Kunjungan Pulau Kenawa Meningkat, “Boatman” Poto Tano Harapkan Pembenahan Fasilitas
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Kenawa membawa berkah bagi masyarakat pesisir Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.
Aktivitas penyeberangan menuju pulau wisata dengan hamparan sabana itu semakin ramai dan menjadi sumber penghasilan utama bagi puluhan boatman atau pemilik perahu.
Namun, para pelaku usaha berharap pemerintah segera membenahi fasilitas pendukung. Mereka menilai infrastruktur yang ada saat ini belum memadai untuk mendukung geliat pariwisata.
Pulau Kenawa menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sumbawa Barat selama beberapa tahun terakhir. Keindahan alamnya kerap menghiasi media sosial dan berhasil menarik wisatawan dari berbagai daerah, terutama pada akhir pekan.
Bagi masyarakat pesisir Poto Tano, meningkatnya jumlah wisatawan berdampak langsung terhadap perekonomian. Usaha jasa penyeberangan kini berkembang menjadi salah satu penopang utama ekonomi keluarga mereka.
Salah seorang boatman, Jaka mengatakan, lonjakan jumlah penumpang paling terasa setiap akhir pekan. Dalam sehari, para pelaku usaha dapat melayani tiga hingga empat kali perjalanan menuju Pulau Kenawa.
“Kalau akhir pekan kami bisa mengantar wisatawan tiga sampai empat kali sehari. Kalau hari biasa biasanya hanya satu kali penyeberangan,” ujar jaka, Sabtu, 19 Juli 2026.
Fasilitas Jadi Sorotan
Jaka menambahkan, keberadaan Pulau Kenawa telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Saat ini, sedikitnya 20 pelaku usaha penyeberangan menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Meski demikian, Jaka menilai perkembangan jumlah kunjungan wisatawan belum berimbang dengan peningkatan fasilitas pendukung. Ia melihat bantuan pemerintah kepada pelaku usaha sejauh ini masih sebatas penyediaan jaket pelampung.
Jaka berharap pemerintah daerah segera membenahi infrastruktur, terutama dermaga di Poto Tano maupun di Pulau Kenawa. Selain itu, ketersediaan toilet umum yang layak menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Harapan kami dermaganya diperbaiki dan fasilitasnya dilengkapi. Pulau Kenawa sudah dikenal luas, karena itu kawasan wisatanya juga harus semakin tertata,” ujarnya.
Jaka juga menanggapi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang akan menerapkan tarif masuk bagi wisatawan. Para pelaku usaha mendukung kebijakan tersebut apabila bertujuan meningkatkan pendapatan daerah dan pengelolaan destinasi wisata.
Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus mengiringi peningkatan fasilitas serta jaminan keselamatan bagi wisatawan. Salah satunya melalui penyediaan skema asuransi yang jelas bagi pengunjung yang menggunakan jasa penyeberangan.
Selain itu, para boatman meminta pemerintah melibatkan seluruh pelaku usaha dalam pembahasan sebelum memberlakukan kebijakan tersebut. Dialog penting agar regulasi mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pariwisata.
“Kami mendukung program pemerintah, tetapi fasilitas dan jaminan keselamatan wisatawan harus siap terlebih dahulu. Sebelum menerapkan aturan, sebaiknya pemerintah berdiskusi dengan seluruh pelaku usaha dan boatman,” kata Jaka.
Para pelaku usaha berharap pengembangan Pulau Kenawa tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan maupun pendapatan daerah. Pemerintah harus mengikuti langkah ini dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan, serta perlindungan terhadap masyarakat lokal. (*)




