Ekonomi BisnisSumbawa Barat

Sinergi Program KSB Maju Luar Biasa Kunci Amankan Pasokan Bahan Baku MBG

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Integrasi program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa memegang peran kunci dalam menjaga stabilitas pasokan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sinergi antar-sektor ini sekaligus menjadi jawaban cerdas untuk mengatasi tantangan fluktuasi harga pangan di pasar tradisional.

Pengembangan klaster ekonomi baru melalui program unggulan daerah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan operasional harian dapur produksi. Perangkat daerah pengampu seperti Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan kini memegang kendali strategis untuk memetakan potensi produksi lokal.

Selama ini, kepastian pemenuhan komoditas bahan pokok penting seperti telur, daging, cabai, hingga bawang masih menghadapi banyak tantangan. 

IKLAN

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam KSB, Syamsul menilai, kehadiran klaster produktif pertanian, peternakan, dan perikanan bentukan pemerintah daerah akan mencukupi kebutuhan dapur MBG secara mandiri tanpa ketergantungan pada pasokan luar daerah.

“Kami terus memantau pergerakan harga komoditas penting di pasar tradisional agar tetap stabil,” ujar Syamsul kepada NTBSatu, Jumat, 3 Juli 2026. 

Upaya pengawasan ini bertujuan mencegah lonjakan harga yang dapat memberatkan daya beli masyarakat luas. Pola penyerapan hasil panen secara langsung menuju dapur produksi MBG akan menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.

IKLAN

Pemerintah daerah tengah memperkuat subsektor unggulan lewat program Maju Pertanian yang mencakup penggemukan sapi, budidaya udang, hingga penangkaran benih padi. 

Komoditas dari ekosistem agribisnis lokal tersebut sangat potensial menjadi penopang utama kebutuhan harian pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan.

Dapur MBG Serap Produk Lokal

Pengelola dapur MBG juga akan memperoleh keuntungan berupa ketersediaan bahan baku segar yang terjaga kualitasnya setiap hari. 

Mekanisme ini sekaligus memotong rantai distribusi panjang yang selama ini kerap memicu lonjakan harga di tingkat pedagang eceran.

“Kami memfasilitasi koordinasi antar-sektor untuk memastikan kelancaran jalur distribusi bahan pokok di daerah,” tegas Syamsul.

Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam meminimalkan hambatan pasokan dari tingkat produsen hingga ke konsumen. Faktor beban ongkos transportasi lintas daerah sering kali menjadi pemicu utama melambungnya harga komoditas penting di tingkat pasar lokal KSB.

Langkah pemetaan zonasi pasokan dari klaster pangan Maju Luar Biasa bakal menghentikan ketergantungan pasokan komoditas dari luar pulau. 

Pola kemitraan yang terencana antara produsen lokal dan pengelola dapur akan mencegah risiko kelangkaan barang di pasar umum.

“Pemerintah daerah rutin menggelar Gerakan Pasar Murah sebagai instrumen pengendalian inflasi wilayah,” kata Syamsul.

Langkah taktis tersebut terbukti efektif menjaga stabilitas harga bako tim pada momen-momen penting tahunan. Keberhasilan hilirisasi pangan lokal ke dapur MBG akan menjadi pembuktian kesiapan daerah dalam membangun fondasi ekonomi pasca-tambang yang mandiri. (*) 

Artikel Terkait