Headline NewsSumbawa Barat

Demo Pembentukan PPS Memanas, Massa Blokade Jalan Menuju Pelabuhan Poto Tano

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Aksi menuntut pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di kawasan Kemutar Telu, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa, 2 Juni 2026 memanas.

Massa aksi yang tergabung dalam aliansi pembentukan PPS, menutup sementara akses jalan utama menuju Pelabuhan Poto Tano dari arah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Berdasarkan pantauan NTBSatu di lapangan, massa aksi menutup badan jalan menggunakan sebuah truk yang diparkir melintang di tengah ruas jalan utama. Massa aksi sengaja mengambil langkah ini untuk menyetop seluruh pergerakan kendaraan yang mengarah ke gerbang pelabuhan.

IKLAN

Akibat penutupan jalan tersebut, kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Poto Tano terpaksa tertahan. Menimbulkan antrean truk logistik antarprovinsi kini terjebak di jalur luar kawasan otoritas pelabuhan.

Selain melakukan penutupan jalan, massa aksi juga terlihat membakar  ban bekas di lokasi sebagai bagian dari aksi penyampaian aspirasi mereka. Asap hitam pekat dari pembakaran ban tampak membumbung tinggi ke langit, mengondisikan situasi di sekitar area demonstrasi menjadi sangat tegang.

Salah satu anggota Aliansi PPS, Muammar Khadafie Tongo, memberikan penjelasan resmi mengenai batasan waktu dan durasi pergerakan massa di gerbang pelabuhan tersebut. Pihaknya menjamin aksi pemblokiran ini tidak sampai menginap atau menghentikan urat nadi ekonomi daerah secara permanen.

IKLAN

“Aksi massa ini hanya kami lakukan sampai pukul 18.00 Wita,” tegas Muammar Khadafie kepada NTBSatu, Selasa, 2 Juni 2026.

Mengenai kepastian ada atau tidaknya pergerakan massa susulan setelah aksi hari ini berakhir, Muammar belum bisa memberikan jawaban pasti. Pihak internal aliansi terlebih dahulu harus menimbang respons pemerintah pusat pasca-pemblokiran ini.

“Kami akan lakukan evaluasi dulu” singkat Muammar.

Hingga sore ini, situasi lalu lintas menuju pelabuhan penyeberangan lintas pulau terpantau masih mengalami gangguan. Otoritas kepolisian di lapangan terus mengimbau para pengguna jasa. Meminta untuk bersabar mengikuti arahan rekayasa arus kendaraan dari petugas di lapangan guna menghindari keterlambatan. (*)

Artikel Terkait

Back to top button