Kota BimaPendidikan

MTsN 1 Kota Bima Jadi Titik Tambahan PHTC Madrasah 2026

Kota Bima (NTBSatu) – Kota Bima resmi mendapat tambahan satu titik proyek strategis nasional untuk tahun anggaran 2026, melalui Program Percepatan Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan (PHTC) di MTsN 1 Kota Bima.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, Mansyur mengungkap, kepercayaan ini tergolong sangat prestisius. Pasalnya, pemerintah pusat hanya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk 11 titik pembangunan di seluruh Indonesia, dan Kota Bima berhasil mengamankan salah satunya.

“Sebelumnya kita ada dua titik, di MTsN 3 dan Perwanida II. Tetapi alhamdulillah, di tahun 2026 ini kita mendapat satu lagi di MTsN 1. Bahkan tahun 2026 itu, yang SK terakhir itu hanya 11 titik se-Indonesia,” ungkapnya pada NTBSatu, Jumat, 26 Juni 2026.

IKLAN

Berbeda dengan titik sebelumnya, proyek tambahan di MTsN 1 Kota Bima ini akan berupa perombakan total. Sehingga membutuhkan anggaran yang juga tidak sedikit.

“Tentu membutuhkan anggaran di atas 10 milar. Dan teman-teman PUPR Provinsi siap berapa pun anggaran yang dibutuhkan untuk penataan ulang gedung MTsN 1. Sehingga nanti akan menjadi gedung yang sangat megah dan keren yang ada di Kota Bima,” jelas Mansyur.

Nilai ini jauh melampaui proyek PHTC di MTsN 3 Kota Bima yang menyedot anggaran sekitar Rp5 miliar. Pihak PUPR pun sudah siap mendesain ulang tata letak sekolah dari nol.

IKLAN

“Kalau di MTs 3 itu kan sebagian besarnya rehab, sama bangun baru. Kalau di sana (MTsN 1) semua total. Jadi mulai dari fondasi awal. Dan kemungkinan akan lantai tiga nanti. Mungkin lembaga pendidikan pertama yang lantai tiga di Kota Bima ini,” tambahnya.

Proses perencanaan dan pematangan desain untuk titik tambahan ini sedang berjalan cepat. Pihak PUPR sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan finalisasi data teknis. Pihak sekolah menargetkan pembangunan fisik bisa dimulai pada akhir tahun ini.

“Nanti mungkin sekitar Oktober itu sudah proses peletakan batu pertama. Karena memang anggarannya untuk anggaran tahun 2026,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait