Lombok Timur Siapkan Jaminan BPJS bagi Jemaah Haji Masa Mendatang
Lombok Timur (NTBSatu) – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, membahas tentang perancangan penguatan proteksi bagi Jemaah Calon Haji (JCH) melalui integrasi jaminan sosial. Ia menyampaikan hal ini pada momen pelepasan Kloter 9 di Aula Bir Ali I, Asrama Haji Lombok, Sabtu, 2 Mei 2026.
Rencana tersebut juga mencakup pemberian identitas fisik serta penjaminan kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan oleh pemerintah daerah.
Haerul Warisin mengatakan, rencana ini bertujuan untuk menjamin keamanan finansial dan kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Tidak boleh JCH tidak memiliki BPJS, baik BPJS kesehatan, maupun BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu Pemerintah ke depan akan membayarkan BPJS Ketenagakerjaan tiga bulan sebelum berangkat,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Langkah ini bertujuan memastikan perlindungan bagi peserta apabila menghadapi risiko yang tidak terduga selama menjalankan ibadah, sehingga ahli waris memperoleh hak yang semestinya.
Evaluasi Pelayanan
Pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Pemkab Lombok Timur mengakui adanya pelayanan yang masih terbatas. Misalnya, pada penyediaan seragam batik dengan lambang daerah, sebagai identitas pengenal.
Seharusnya, seragam itu berfungsi sebagai penanda agar sesama jemaah asal Lombok Timur bisa saling mengenal di tengah kepadatan di Arab Saudi.
Bupati Iron juga menekankan bahwa dari total 1,5 juta penduduk Lombok Timur hanya 1.406 orang yang berkesempatan berangkat pada musim haji tahun 2026 ini.
Ia berpesan jika status sebagai tamu Allah adalah keistimewaan yang tidak semua orang bisa peroleh sembarangan. Meskipun tergolong mampu secara finansial.
Kesehatan dan Mitigasi
Di sisi lain, Haerul Warisin juga mengingatkan para JCH untuk menjaga stabilitas fisik dan mental selama perjalanan. Mengingat cuaca dan beban ibadah yang berat.
“Apabila kita mengerjakan ibadah haji dengan tidak berkata kotor dan berbuat fasik. Maka bapak-ibu niscaya sama seperti anak yang baru keluar dari perut ibunya,” pesannya.
JCH Kloter 9 ini akan bertolak menuju Tanah Suci pada Minggu, 3 Mei 2026. Dan rencananya akan kembali pada 12 Juni mendatang.
Acara pelepasan tersebut juga turut dihadiri oleh perwakilan Kanwil Kementerian Haji dan Umroh NTB, Kepala Urusan Haji dan Umroh Lotim, dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemda Lombok Timur.(*)




