Sumbawa

Progres Kampung Nelayan Labuhan Sangoro Ditarget Rampung Agustus 2026

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Progres pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap II di Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, telah mencapai progres fisik 64,73 persen per 20 Juni 2026.

Pemerintah menargetkan proyek senilai sekitar Rp11,1 miliar itu rampung pada 5 Agustus 2026 setelah memperoleh perpanjangan waktu akibat penyesuaian desain di lapangan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat menyampaikan, progres pembangunan terus berjalan dan saat ini telah melewati separuh target pekerjaan.

IKLAN

“Per 20 Juni 2026, progres pembangunan KNMP Labuhan Sangoro mencapai 64,73 persen,” ujar Rahmat, kepada NTBSatu, Senin 22 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kontrak awal pembangunan sebenarnya berakhir pada 26 Juni 2026. Namun, sejumlah penyesuaian desain di lokasi membuat pelaksanaan pekerjaan membutuhkan tambahan waktu.

“Kontrak awal berakhir pada 26 Juni 2026, tetapi hasil rapat dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) memberikan toleransi perpanjangan hingga 5 Agustus 2026,” katanya.

IKLAN

‎Menurutnya, perubahan desain beberapa kali terjadi untuk menyesuaikan kondisi lapangan sehingga memengaruhi jadwal penyelesaian proyek.

“Penyesuaian desain terjadi beberapa kali karena kondisi lokasi, sehingga pekerjaan membutuhkan tambahan waktu,” jelasnya.

Ia berharap, keberadaan KNMP dapat memberi manfaat ekonomi langsung bagi nelayan setempat. Fasilitas yang tersedia nantinya akan mendukung peningkatan kualitas hasil tangkapan. Sekaligus memperkuat aktivitas usaha masyarakat pesisir.

“Harapan kami, sarana dan prasarana yang tersedia bisa langsung dimanfaatkan kelompok nelayan dan koperasi yang ada,” ungkapnya.

Selain memperkuat kelembagaan ekonomi nelayan, KNMP juga akan menyediakan fasilitas pendukung seperti cold storage dan pasokan es untuk menjaga mutu hasil tangkapan.

“Keberadaan cold storage dan fasilitas es akan membantu menjaga kesegaran ikan sehingga kualitas hasil tangkapan meningkat,” ujarnya.

Ia optimistis peningkatan kualitas ikan akan berdampak pada harga jual yang lebih baik dan kesejahteraan nelayan di kawasan Labuhan Sangoro.

“Kalau mutu hasil tangkapan terjaga, harga jual ikan tentu lebih terjamin dan pendapatan nelayan bisa meningkat,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait