Diskoperindag KSB Siapkan Pelatihan Barista Profesional untuk Generasi Muda
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat merancang program baru bagi generasi muda. Instansi ini menyiapkan langkah strategis untuk merangkul para pencinta kopi di Bumi Pariri Lema Bariri.
Pemerintah daerah melihat pertumbuhan kedai kopi lokal semakin menjamur. Fenomena tersebut menjadi peluang emas untuk mencetak wirausaha baru yang mandiri.
Kepala Bidang UMKM Diskoperindag KSB, Iswanto, S.E., mengawal ketat persiapan program peningkatan mutu sumber daya manusia tersebut secara berkelanjutan. Pemerintah daerah memberikan perhatian penuh terhadap optimalisasi kapasitas para pelaku wirausaha muda potensial ini.
“Kami melihat potensi besar pada anak-anak muda yang aktif di dunia kopi saat ini,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 22 Juni 2026.
Selanjutnya, Diskoperindag mematangkan rencana pelatihan barista khusus untuk pemuda lokal dalam waktu dekat. Program tersebut mengutamakan transfer keterampilan dasar pencampuran kopi dan pengelolaan bisnis kedai.
Pembatasan Kuota
Namun demikian, Dinas Koperindag KSB membatasi kuota peserta sebanyak 20 orang saja pada tahap awal. Pembatasan ini bertujuan agar proses transfer ilmu berjalan lebih efektif dan fokus.
“Kami memprioritaskan kualitas output sehingga membatasi kuota peserta hanya dua puluh orang,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan menerima materi langsung dari para ahli kopi yang berpengalaman. Mereka bakal mempelajari teknik penyajian serta standar pelayanan konsumen secara profesional.
Melalui langkah ini, pemerintah daerah berharap kegiatan ini mampu meningkatkan standar kemampuan para peracik kopi lokal. Keterampilan yang mumpuni akan membantu mereka bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Anak muda harus menguasai keahlian dasar ini agar mampu mengelola bisnis secara mandiri,” ujarnya.
Di sisi lain, sektor kuliner khususnya kedai kopi memiliki daya tahan yang kuat terhadap guncangan ekonomi. Hal tersebut menjadi alasan utama pemerintah terus mendorong sektor ini agar semakin berkembang.
Sementara itu, komunitas kreatif seperti Kopi Kiri menyambut baik rencana intervensi positif dari pemerintah daerah ini. Dukungan berupa pelatihan keterampilan menjadi kebutuhan mendesak bagi para pelaku usaha pemula.
“Kami tentu mengapresiasi program pelatihan ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi wirausaha muda,” pungkasnya. (*)



