Kota Mataram

Warga Kelurahan Pejeruk Sulap Sampah Jadi Kerajinan Hias

Mataram (NTBSatu) – Warga Kelurahan Pejeruk Abian menyulap tumpukan sampah plastik yang tidak bernilai menjadi kerajinan tanaman hias. Langkah inovatif ini berhasil menekan volume limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afriadi menjelaskan, gerakan mendaur ulang ini berawal dari dedikasi seorang sukarelawan penyelamat lingkungan.
Warga memanfaatkan limbah plastik rumah tangga untuk mereka rangkai menyerupai berbagai macam tanaman hias populer.

“Kalau masalah sampah kita ada dedoro dari dedare, itu sampah plastik yang diolah menjadi tanaman hias. Kayak bunga-bunga hias gitu,” jelasnya Pada NTBSatu, Kamis, 4 Juni 2026.

IKLAN

Inisiatif tersebut lahir dari tindakan nyata seorang pensiunan. Di tengah masa purnatugasnya, ia memilih produktif dengan menularkan keterampilan kreatif ini kepada generasi muda secara sukarela.

Ia memanfaatkan sela-sela waktu aktivitas mengajar ngaji anak-anak untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini

“Dia jadi mengisi waktu kekosongan. Dia kan pensiunan. Nah, sambil dia ajari anak-anak ngaji, itu dia terapkan juga di anak-anak ngajinya untuk membuat ini dah, kayak hiasan itu modelnya,” tutur Bagus.

IKLAN

Melihat potensi besar dan dampak positif gerakan tersebut, pihak Kelurahan tidak tinggal diam. Pemerintah setempat langsung mengambil langkah konkret untuk mendukung keberlanjutan usaha kreatif warganya tersebut.

Kelurahan bertindak sebagai motor penggerak pemasaran sekaligus menjembatani akses permodalan dari lembaga legislatif.

“Kita dukung, kita pasarkan karyanya. Terus juga kalau ada Pokir Dewan sempat kita arahkan ke sana juga,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa dana Pokir Dewan sangat bermanfaat bagi warga. Bantuan finansial itu murni menyasar pada aspek penguatan infrastruktur kreativitas masyarakat.

“Dia dapat itu (Pokir Dewan) untuk pengembangan usaha,” imbuhnya

Kini, Kelurahan Pejeruk berkomitmen untuk terus mengawal program berbasis komunitas agar cakupannya semakin luas. Keberhasilan warga melahirkan inovasi dedoro dari dedare menegaskan kolaborasi inklusif adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomis. (*)

Artikel Terkait

Back to top button