Mohan Tanggapi Dinamika Porprov 2026: Sportivitas Lebih Penting daripada Gelar Juara
Mataram (NTBSatu) – Memanasnya persaingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 yang diwarnai rentetan protes, hingga gesekan pada sejumlah cabang olahraga menjadi perhatian Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan. Mohan tetap optimistis Kota Mataram mampu mempertahankan gelar juara umum sekaligus mencetak hat-trick.
Keyakinan tersebut berangkat dari proses pembinaan atlet yang telah berlangsung secara intensif sejak enam bulan sebelum Porprov bergulir.
“Pembinaan atlet-atlet kita sudah laksanakan jauh-jauh hari. Kami bina mereka secara intensif dan dengan manajemen yang baik oleh KONI Kota Mataram,” ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.
Baginya, gelar juara umum memang menjadi target. Namun, kemenangan akan memiliki makna lebih besar apabila terjadi melalui persaingan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Juara umum memang penting, tetapi sportivitas jauh lebih berharga. Jangan sampai demi mengejar medali atau kemenangan, kita mengorbankan nilai-nilai kejujuran dalam olahraga,” tegasnya.
Menurut Mohan, atlet yang telah mengorbankan waktu dan tenaga selama masa latihan berhak memperoleh pertandingan yang adil.
Karena itu, atlet, pelatih, wasit, penyelenggara, hingga KONI memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga integritas kompetisi.
“Ayo kita ajarkan anak-anak bagaimana bertanding dengan baik. Jangan sampai mereka yang sudah berlatih keras, menggembleng diri dengan sungguh-sungguh, dan memiliki talenta, justru terpapar pada hal-hal yang tidak sportif. Itu bisa merusak mental mereka,” katanya.
Lebih jauh, Mohan memandang Porprov bukan sekadar arena perebutan medali. Ajang ini merupakan tahapan penting untuk menyiapkan atlet terbaik NTB menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Saya melihat Porprov sebagai tahap penting menuju PON 2028. Yang kita siapkan bukan hanya juara hari ini, tetapi atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional. Karena itu, sportivitas harus menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan,”ujarnya.
Harapannya, Porprov mampu melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kedisiplinan, karakter kuat, dan mental bertanding yang baik.
“Olahraga bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa sportivitas,” ucapnya.
Porprov Jangan Jadi Ajang Politisasi
Mohan juga mengingatkan agar prestasi olahraga tidak diseret ke dalam kepentingan politik maupun pencitraan.
“Jangan sampai olahraga hanya dipandang dari sentimen politik atau demi menjaga nama baik kepala daerah. Yang harus menjadi perhatian utama adalah masa depan atlet,” katanya.
Soal banyaknya atlet binaan Mataram yang kemudian memperkuat daerah lain, Mohan mengaku tidak mempermasalahkannya.
Fenomena tersebut justru menjadi bukti bahwa sistem pembinaan atlet Kota Mataram mampu melahirkan atlet berkualitas.
“Kalau ada atlet kita yang kemudian direkrut daerah lain, itu artinya pembinaan kita berhasil. Mataram menjadi laboratorium lahirnya atlet-atlet bertalenta. Atlet juga punya masa depan. Kalau mereka mendapatkan kesempatan yang lebih baik, itu adalah pilihan yang harus kita hormati,” tuturnya.
Klasemen Sementara Porprov XII NTB 2026
Kota Mataram masih kokoh memimpin klasemen sementara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Hingga rekapitulasi terbaru Bidang Pertandingan, Minggu, 19 Juli 2026, Kota Mataram berhasil mengoleksi 38 medali emas, 28 medali perak, dan 28 medali perunggu atau total 94 medali.
Keunggulan Kota Mataram masih cukup jauh dibandingkan kontingen lain. Kabupaten Sumbawa menempati posisi kedua dengan raihan 24 medali emas, 18 perak, dan 10 perunggu. Sementara Kabupaten Lombok Tengah berada di peringkat ketiga setelah mengumpulkan 18 emas, 17 perak, dan 24 perunggu.
Persaingan juga berlangsung ketat di papan tengah klasemen. Kabupaten Lombok Timur menempati posisi keempat dengan torehan 17 emas, 13 perak, dan 20 perunggu. Disusul Kabupaten Lombok Barat di peringkat kelima dengan raihan 15 emas, 19 perak, dan 18 perunggu.
Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berada di urutan keenam. Meski telah mengoleksi total 58 medali, terdiri atas 15 emas, 15 perak, dan 28 perunggu, KSB berada di bawah Lombok Barat karena jumlah medali peraknya lebih sedikit.
Sementara itu, Kabupaten Dompu menempati peringkat ketujuh dengan raihan delapan medali emas, 12 perak, dan 26 perunggu. Kota Bima berada di posisi kedelapan dengan koleksi tujuh emas, 16 perak, dan 15 perunggu.
Kabupaten Bima menyusul di posisi kesembilan dengan lima medali emas, tujuh perak, dan 21 perunggu. Adapun Kabupaten Lombok Utara masih berada di posisi kesepuluh dengan raihan satu medali emas, tiga perak, dan 14 perunggu.
Berdasarkan data Bidang Pertandingan Porprov XII NTB 2026, klasemen sementara masih berpeluang berubah seiring masih berlangsungnya sejumlah cabang olahraga hingga 25 Juli 2026. Perolehan medali tersebut juga belum memasukkan hasil pertandingan dari cabang angkat besi, judo, dan aerosport. (*)




