Kenaikan Tarif PDAM Picu Inflasi di Kota Mataram
Mataram (NTBSatu) – Kenaikan tarif air yang diberlakukan PDAM Giri Menang mulai 1 April 2026, menjadi salah satu pemicu inflasi tahunan Kota Mataram pada April 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, penyesuaian tarif sebesar Rp4.000 tersebut ikut mendorong inflasi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Asisten II Setda Kota Mataram, Miftahurrahman mengatakan, kelompok tersebut menjadi salah satu penyumbang inflasi tahunan sebesar 2,4 persen. Selain tarif air, kenaikan tarif listrik juga turut memengaruhi laju inflasi di Kota Mataram.
“Berdasarkan data BPS, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi salah satu penyumbang inflasi tahunan. Salah satunya berasal dari kenaikan tarif air dan listrik,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.
Secara umum, inflasi tahunan Kota Mataram pada April 2026 tercatat sebesar 3,37 persen. Sementara itu, inflasi bulanan atau month–to–month berada di angka 0,11 persen dan inflasi year–to–date mencapai 1,72 persen.
Miftahurrahman menjelaskan, angka inflasi tahunan tersebut lebih rendah daripada Maret 2026 yang mencapai 3,98 persen. Begitu juga inflasi bulanan yang turun dari 0,85 persen pada Maret menjadi 0,11 persen pada April. Namun, inflasi year–to–date mengalami kenaikan daripada Maret yang berada di angka 1,61 persen.
Menurutnya, inflasi Kota Mataram masih tergolong stabil karena berada dalam rentang target nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. “Inflasi kita masih di angka 3,37 persen sampai April. Jadi secara umum masih dalam kondisi stabil,” katanya.
Langkah Antisipasi Pemkot Mataram
Selain kenaikan tarif PDAM, sejumlah komoditas pangan juga memberi andil terhadap inflasi. Di antaranya beras, daging ayam, daging sapi, tomat, apel, anggur, dan tempe.
Sementara itu, harga cabai rawit mulai mengalami kenaikan dari Rp50 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram. “Kenaikan harga cabai rawit memang cukup cepat dan perlu diantisipasi,” ungkapnya.
Dalam rapat TPID tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram juga membahas langkah antisipasi menjelang Hari Raya Iduladha pada 27 Mei mendatang. Fokus utama diarahkan pada ketersediaan bahan pokok, distribusi pasokan, serta keterjangkauan harga agar tidak terjadi gejolak di masyarakat.
Wakil Wali Kota Mataram, Mujiburrahman menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan pasokan elpiji 3 kilogram dan bahan bakar minyak tetap tersedia di pasaran. “Kita perlu memastikan distribusi elpiji dan BBM tetap lancar, agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,” tegasnya. (*)



