Pemerintahan

30 Ribu Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Segera Bertugas pada Agustus

Mataram (NTBSatu) – Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi mengungkapkan lebih dari 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) Merah Putih akan mulai bertugas pada Agustus 2026.

Penempatan itu menjadi bagian dari penguatan gerakan koperasi yang ia sampaikan saat Memperingati Hari Koperasi ke-79 dan pelantikan Pengurus Dekopinwil NTB di Kantor Bank NTB Syariah, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Zabadi mengatakan pelatihan para manajer telah berlangsung lebih dari satu bulan dan akan berakhir pada 31 Juli. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka langsung menempati koperasi desa yang telah siap beroperasi, termasuk di NTB.

IKLAN

“Saat ini kita sedang menyiapkan 30 ribu lebih manajer Koperasi Desa/Kelurahan yang sedang dilatih. Awal Agustus mereka akan ditempatkan di titik-titik bangunan yang sudah selesai, termasuk di NTB,” katanya.

Ia menjelaskan Koperasi Pusat akan membayar gaji para manajer selama dua tahun pertama. Dukungan tersebut bertujuan memastikan kegiatan usaha koperasi berjalan sejak awal.

Menurut Zabadi, pemerintah tidak sekadar membentuk koperasi desa. Pemerintah juga menginvestasikan sekitar Rp3 miliar untuk setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Investasi tersebut mencakup pembangunan kantor koperasi, gerai sembako, apotek, klinik, unit simpan pinjam, gudang, serta sarana logistik dengan tata letak yang sama pada tahap pertama.

Setiap koperasi juga akan memperoleh satu truk, satu mobil pikap, dan dua kendaraan roda tiga. Pemerintah akan menyesuaikan fasilitas pada desa yang memiliki kondisi geografis khusus.

Bangun 32.800 Koperasi

Ia mengatakan pemerintah telah membangun sekitar 32.800 koperasi pada tahap pertama. Selanjutnya, pemerintah akan menyesuaikan pembangunan di daerah yang memiliki keterbatasan lahan atau karakter wilayah berbeda.

Menurut Zabadi, Presiden Prabowo Subianto menggagas langsung pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Gagasan itu lahir untuk membangun ekonomi dari desa, bukan sekadar menghidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD).

“Ide pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih seratus persen merupakan ide Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koperasi desa akan menjalankan dua fungsi utama. Pertama, menjadi pusat distribusi berbagai program pemerintah hingga tingkat desa.

Seluruh bantuan sosial, bantuan pangan, bantuan tunai, barang subsidi, alat dan mesin pertanian, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) nantinya memanfaatkan jaringan koperasi desa.

“Koperasi transparan dan terbuka. Koperasi bukan milik perorangan, tetapi milik seluruh warga desa,” katanya.

Kedua, koperasi akan menyerap hasil produksi masyarakat. Gabah, jagung, dan komoditas lainnya akan masuk melalui koperasi sebelum menuju pasar.

Ia mengatakan, gudang, armada angkut, dan kendaraan logistik akan memperkuat rantai distribusi hasil panen. Sistem tersebut sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Zabadi menilai keberadaan koperasi desa juga akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak dan rentenir. Selama ini, mereka menguasai desa karena memiliki modal, kendaraan, dan gudang.

Pemerintah menjawab persoalan itu dengan menghadirkan unit simpan pinjam, gudang, armada logistik, serta pembiayaan murah melalui bank-bank Himbara.

“Pemerintah juga menurunkan bunga program Mekaar dari 22 persen menjadi delapan persen,” ucapnya.

Ajak Percepat Revitalisasi Koperasi

Dalam kesempatan itu, Zabadi juga mengajak pengurus baru Dekopinwil NTB mempercepat revitalisasi koperasi. Ia meminta pengurus mengubah citra koperasi agar mampu menarik minat generasi muda.

“Jangan identikkan koperasi sebagai wadah usahanya para peternak atau orang tua. Kehidupan ini berkelanjutan dan yang akan melanjutkannya adalah Gen Z serta milenial,” ujarnya.

Ia menilai bonus demografi menuju 2045 menjadi peluang besar bagi gerakan koperasi. Karena itu, koperasi harus menjadi pilihan generasi muda untuk mengembangkan usaha.

Pihaknya juga menggelar berbagai kegiatan selama Bulan Koperasi untuk memperkenalkan koperasi kepada anak muda. Salah satunya Game of Coop yang langsung menarik ribuan peserta hanya dalam waktu kurang dari tiga jam setelah pendaftaran dibuka.

Zabadi mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan berbagai koperasi modern yang bergerak di bidang teknologi, aplikasi bisnis, pengelolaan lingkungan, hingga industri kreatif.

Langkah itu menunjukkan koperasi mampu mengikuti perkembangan zaman.

Ia juga mencontohkan sejumlah klub sepak bola dunia seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen yang menerapkan sistem koperasi.

“Negara-negara maju juga mengembangkan koperasi sebagai kekuatan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” tambahnya.

Zabadi juga mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini. Lebih dari 28.500 peserta mengikuti kegiatan secara daring.

“Antusias luar biasa, Lebih dari 28.500 peserta mengikuti kegiatan, bahkan itu melebihi kapasitas Zoom yang hanya menampung 20 ribu peserta,” ujarnya. (*)

Artikel Terkait