Pemprov NTB Alokasikan Belasan Miliar Tangani 20 Titik Jalan Rusak di Lombok dan Sumbawa
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengalokasikan anggaran belasan miliar rupiah untuk menangani sekitar 20 titik jalan rusak di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Penanganan tersebut mencakup perbaikan darurat, perbaikan ringan, pembenahan drainase, serta pembersihan bahu jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi dan menangani sekitar 20 titik kerusakan jalan.
Jumlah itu belum mencakup sejumlah lokasi baru yang Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal minta segera dicek.
“Titik yang sudah teridentifikasi dan ditangani ada sekitar 20-an titik. Baik penanganan darurat maupun ringan. Ini belum termasuk perintah Pak Gubernur yang baru disuruh cek tadi,” katanya, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk menangani sekitar 20 titik tersebut mencapai belasan miliar rupiah.
“Sekitar belasan miliar,” ujarnya.
Kusuma menjelaskan, ruas di depan RSUD Sumbawa menjadi lokasi pertama yang menerima instruksi langsung dari Gubernur Iqbal untuk mendapat penanganan. Panjang ruas yang rusak kurang dari satu kilometer.
Meski relatif pendek, ruas tersebut selalu tergenang saat musim hujan. Genangan itu mempercepat kerusakan jalan sekaligus membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Ungkap Penyebab Utama Kerusakan Jalan
Menurut Kusuma, air menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Selain beban kendaraan yang melebihi kapasitas, genangan air mempercepat kerusakan konstruksi permukaan jalan.
“Jalan itu selalu terendam. Kendala jalan ada pada air. Hampir sebagian besar penyebab jalan rusak selain overtonase berkaitan dengan air,” katanya.
Ia menjelaskan bentuk geometrik jalan di depan RSUD Sumbawa membentuk cekungan. Air dari dua arah bertemu pada satu titik sehingga membutuhkan waktu lama untuk surut.
Kondisi tersebut terus menggerus lapisan perkerasan jalan. Karena itu, pihaknya saat ini lebih memprioritaskan pembenahan drainase sebelum mengaspal kembali badan jalan.
“Mau kita aspal ulang pun kalau besok terendam lagi, ya rusak lagi,” ujarnya.
Selain ruas di depan RSUD Sumbawa, pihaknya juga menyiapkan penanganan di sejumlah titik lain. Lokasi tersebut berada di Kabupaten Sumbawa Barat, Simpang Moyo Hulu, kawasan Lingkar Tambora, serta ruas jalan di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.
Kusuma mengatakan tim lapangan segera memverifikasi seluruh lokasi tersebut. Tim kemudian menentukan bentuk penanganan sesuai penyebab kerusakan di masing-masing ruas.
Menurutnya, tim tidak selalu memilih pengaspalan sebagai solusi. Tim lebih dahulu mencari akar persoalan sebelum menentukan pekerjaan yang paling tepat.
Apabila drainase menjadi penyebab utama, tim akan membenahi saluran air terlebih dahulu.
“Langkah itu supaya mencegah kerusakan kembali muncul setelah jalan selesai kita perbaiki,” tambahnya.
Percepat Pembersihan Bahu Jalan
Selain memperbaiki badan jalan, pihaknya juga mempercepat pembersihan bahu jalan di sejumlah ruas provinsi. Semak yang tumbuh tinggi mulai mengganggu jarak pandang pengendara, terutama saat melintasi tikungan.
Kusuma mengatakan kondisi tersebut banyak muncul di wilayah selatan Pulau Lombok, mulai dari Kuta hingga Keruak. Pembersihan bahu jalan menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan melanjutkan penanganan ruas Kediri-Kuripan.
“Kita mengidentifikasi dulu titik kerusakan sebelum menentukan bentuk pekerjaannya,” jelasnya.
Kusuma mengatakan kerusakan berat jalan provinsi di Pulau Lombok tidak terlalu banyak. Namun, salah satu ruas yang membutuhkan penanganan berada di Lancing dengan panjang kerusakan kurang dari satu kilometer.
Ia menyebut ruas lain yang memerlukan penanganan khusus berada di Buwun Mas, Kecamatan Sekotong. Limpasan air dari lereng membawa lumpur dan tanah ke badan jalan sehingga permukaannya licin dan tertutup endapan tebal.
Menurut Kusuma, kerusakan berat membutuhkan pekerjaan konstruksi yang lebih kompleks. Karena itu, pihaknya akan mengajukan penanganan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
“Kalau kerusakannya ringan sampai sedang, kita tangani langsung. Kalau kerusakannya berat dari sisi pelaksanaan dan biaya, kita dorong ke program IJD,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah menyusun desain teknis, rencana anggaran biaya, serta spesifikasi pekerjaan sebagai syarat pengajuan program tersebut.
Kusuma mengatakan usulan IJD mencakup tiga ruas jalan dan dua jembatan. Dua jembatan tersebut berada di Kabupaten Bima setelah bencana memutus akses penghubung masyarakat.
Sementara ruas jalan yang masuk usulan meliputi Kebon Ayu-Lembar dan Sampungu-Bima. Total panjang jalan yang masuk usulan mencapai sekitar 48 kilometer.
“Khusus yang di Bima anggarannya hampir Rp50 miliar. Kalau total keseluruhan usulan IJD kita lebih dari Rp200 miliar,” katanya. (*)




