Lobar Dominasi Diklat Pimpinan NTB, Kirim 14 Pejabat Sekaligus
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) terus memperkuat kualitas birokrasi, melalui peningkatan kapasitas aparatur. Tahun ini, Pemkab Lobar mengirim 14 pejabat untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026.
Pemkab Lobar mengirimkan peserta terbanyak dari seluruh kabupaten dan kota di NTB. Selanjutnya, pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juni 2026.
Asisten III Setda Lobar, Fauzan Husniadi mengatakan, langkah itu menunjukkan komitmen kuat Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
“Pelatihan kepemimpinan nasional itu di Provinsi NTB kita paling banyak dari Kabupaten Lombok Barat mengirimkan peserta,” ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Fuazan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus utama dalam visi pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka ruang pengembangan kompetensi bagi aparatur di berbagai jenjang.
“Ini adalah bentuk komitmen dari pimpinan kami, Bupati Lobar untuk peningkatan sumber daya manusia,” katanya.
Selain meningkatkan kemampuan individu, program tersebut juga memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan. Fauzan menilai, kemampuan kepemimpinan yang baik akan mendorong pelayanan publik yang lebih efektif sekaligus memperkuat reformasi birokrasi.
“Indeks reformasi birokrasi itu sangat-sangat berpengaruh. Kemarin kita sudah tahu indeks reformasi birokrasi tertinggi se-NTB,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fauzan mengungkapkan jumlah peserta tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada angkatan terdahulu, Lobar biasanya hanya mengirim dua hingga tiga peserta.
“Saya bertiga dulu paling banyak tiga orang. Sekarang 14 orang. Satu kelas itu setengahnya kita yang kuasai,” ungkapnya.
Peningkatan Kapasitas Tak Berhenti di PKN
Menurut Fauzan, pemerintah daerah tidak berhenti pada pelatihan tahun ini. Pemkab Lobar juga menyiapkan program serupa bagi pejabat administrator, kepala bidang, dan kepala bagian pada tahun mendatang.
“Rekan-rekan kabid dan kabag sudah kita siapkan untuk pelaksanaan diklat yang setingkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta tidak hanya mempelajari teori kepemimpinan. Mereka juga mengasah kemampuan manajerial, komunikasi, adaptasi perubahan, hingga pengambilan keputusan dalam situasi kritis.
“Pimpinan harus cepat mengambil keputusan saat kondisi kritis. Tidak bisa tanya ABCD dan sebagainya,” tegasnya.
Selain itu, peserta juga memperdalam kemampuan menghadapi perubahan birokrasi dan percepatan transformasi digital yang kini menjadi tuntutan pelayanan publik. “Kemampuan beradaptasi dengan perubahan termasuk digitalisasi. Itu yang biasa ditekankan,” lanjut Fauzan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB, Fathurrahman, mengapresiasi langkah Pemkab Lobar yang mengirim peserta dalam jumlah besar.
Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mencetak pemimpin birokrasi yang profesional, inovatif, dan adaptif.
“Kabupaten Lobar patut berbangga karena menjadi daerah dengan peserta terbanyak pada PKN Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026,” ujarnya.
Ia berharap, para peserta mampu membawa perubahan positif setelah kembali ke instansi masing-masing. “Semoga keikutsertaan ini menjadi energi baru untuk melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan yang mampu membawa Lobar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya. (*)




