Hukrim

Aliansi Mahasiswa Samawa Gelar Aksi, Desak Kepolisian Ungkap Kematian NDR

Mataram (NTBSatu) – Aliansi Mahasiswa Samawa Mataram menggelar aksi unjuk rasa di depan Polresta Mataram, Selasa, 2 Juni 2026. Massa mendesak kepolisian segera mengusut tuntas kasus kematian misterius mahasiswi Unram, Nadya Dwi Ramadhany (NDR), yang ditemukan wafat pada 27 Mei 2026 lalu.

Koordinator aksi sekaligus Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Sumbawa Barat-Mataram, Dymas Prayoga menyatakan, penanganan kasus ini terkesan berlarut-larut tanpa hasil yang konkret. Pihaknya menuntut transparansi penuh dari aparat penegak hukum agar tabir dugaan pembunuhan ini segera terungkap.

“Menurut kami, kasus ini berlarut-larut. Sudah dua minggu berjalan, tetapi baru 14 saksi yang polisi periksa. Sampai saat ini, belum ada kejelasan bagaimana hasilnya,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 2 Juni 2026.

IKLAN

Massa menuntut kejelasan karena sejauh ini baru ada indikasi pembunuhan tanpa ada pernyataan resmi dari kepolisian mengenai penyebab pasti kematian korban. Aksi solidaritas ini lahir dari keresahan mendalam di tengah masyarakat Sumbawa yang mendesak kepastian hukum.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Sumbawa-Mataram, Riki Anandi menegaskan, gerakan ini murni atas dasar kemanusiaan dan ikatan solidaritas sesama warga Sumbawa.

Namun, kekecewaan massa memuncak lantaran Kapolresta Mataram enggan menemui para demonstran yang bertahan hingga sore menjelang malam hari. Padahal, sangat berharap kehadiran pimpinan kepolisian untuk memberikan informasi valid, bukan sekadar spekulasi yang beredar di media.

IKLAN

“Perhatian yang dari Polresta Mataram hari ini sangat mengecewakan. Seharusnya polisi memberikan jawaban terbuka kepada publik. Kalau dari bahasanya polisi, ini adalah kasus besar dugaan pembunuhan, hanya sedikit informasi yang bisa disampaikan ke publik,” tegasnya.

Melalui aksi ini, Aliansi Mahasiswa Samawa berharap, Polresta Mataram bergerak lebih cepat, taktis, dan tanggap dalam menuntaskan perkara. Ia menilai, kepastian hukum sangat krusial guna memberikan keadilan bagi keluarga almarhumah NDR. Sekaligus, mencegah terjadinya kasus serupa di wilayah Kota Mataram. (*)

Artikel Terkait

Back to top button