Kota Mataram

Patroli Wilayah Diperketat

Mataram (NTBSatu) — Warga Kampung Melayu Ampenan Tengah berduka atas wafatnya Muhammad Gibran Anugrah Aditya (14), pelajar SMPN 3 Mataram korban pembacokan geng motor.

“Kami berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucap Camat Ampenan, Erma Suryani, Minggu, 1 November 2026.

Korban sempat mendapatkan perawatan sebelum mengembuskan napas menjelang sore di RSUD H. Moh. Ruslan pada Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 14.58 Wita.

Rekan korban, Fahmi, turut mengonfirmasi aksi penyerangan mendadak oleh kelompok geng motor tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Kecamatan Ampenan bersama unsur TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Karang Taruna bergerak cepat memperketat keamanan dengan menggelar patroli malam pada Jumat dan Sabtu, 30-31 Oktober 2026.

Penyisiran berfokus pada titik-titik kumpul remaja, jalur sepanjang Kali Jangkok, hingga kawasan Udayana guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum.

Erma menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kondusivitas lingkungan sekitar. Ia meminta para orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak remaja mereka agar tidak keluar rumah hingga larut malam.

“Kami sangat mengimbau warga untuk selalu waspada dan saling mengawasi. Jika melihat pergerakan atau aktivitas kelompok yang mencurigakan saat malam hari. Segera laporkan ke pihak berwajib agar dapat langsung kita tangani demi keselamatan bersama,” tegas Erma Suryani. (*)

Artikel Terkait