Lombok BaratPemerintahan

Belajar dari Kasus Pembacokan di Mataram, Satpol PP Lobar Perketat Patroli Malam

Lombok Barat (NTBSatu) – Rentetan kasus kekerasan jalanan yang melibatkan remaja di Kota Mataram menjadi perhatian Satpol PP Lombok Barat (Lobar). Mereka meningkatkan patroli malam untuk mencegah aksi serupa meluas ke wilayah Lombok Barat.

Kepala Satpol PP Lobar, I Ketut Rauh mengatakan, pihaknya mengambil pelajaran dari kasus pembacokan yang mengakibatkan meninggalnya seorang pelajar di Jalan Udayana, Mataram. Ia menilai, fenomena kenakalan remaja membutuhkan pengawasan lebih ketat.

“Ini kita belajar dari kasus yang ada di Mataram. Sekarang lagi marak adik-adik sekolah ini mungkin mencari pengakuan, mencari perhatian, sehingga melakukan hal-hal di luar ketentuan,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu 1 November 2026.

Rauh mengatakan, petugas rutin mengimbau remaja agar tidak berkeliaran hingga larut malam. Petugas menyampaikan imbauan tersebut menjelang Magrib dan kembali sekitar pukul 22.00 Wita.

“Setiap Magrib kita imbau mereka untuk pulang dulu. Begitu jam 10, kita imbau lagi untuk pulang,” katanya.

Patroli Intensif Diberlakukan

Lebih lanjut, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Lobar, Abdurrahman, membenarkan peningkatan patroli setelah kasus di Mataram. Menurutnya, petugas kini lebih intensif memantau sejumlah titik rawan.

Ia menjelaskan, Satpol PP sebenarnya menjalankan patroli setiap hari. Petugas turun berdasarkan pemantauan lapangan maupun laporan masyarakat.

Namun, kasus pembacokan di Mataram mendorong mereka meningkatkan kewaspadaan. Satpol PP juga mengandalkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk merespons laporan gangguan ketertiban.

“Setelah kejadian di Mataram itu, supaya tidak ada terjadi di Lombok Barat juga kita lakukan itu. Nah, itu lebih kita tingkatkan lagi setelah kejadian itu,” ungkap Abdurrahman kepada NTBSatu, Minggu, 1 November 2026.

Salah satu perhatian petugas tertuju pada wilayah Gerung. Abdurrahman menyebut, pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai dugaan dua orang membawa parang.

Informasi tersebut beredar melalui media sosial Facebook sekitar dua hingga tiga hari sebelum wawancara. Petugas kemudian meningkatkan pemantauan di sekitar kawasan Giri Menang Park dan kantor bupati.

“Kemarin ada laporan dari masyarakat kalau ada yang membawa parang, katanya dua orang. Itu selalu kita pantau,” ujarnya.

Satpol PP mengerahkan enam anggota untuk siaga di sekitar kawasan tersebut. Mereka menggunakan satu unit mobil patroli dan memantau situasi setiap sore hingga malam.

Abdurrahman menegaskan, petugas juga memantau wilayah lain ketika menerima laporan. Mereka pernah melakukan pengecekan di Batulayar dan Narmada berdasarkan informasi masyarakat.

Menurutnya, patroli dapat berlangsung pagi, sore, maupun malam. Petugas bahkan tetap bergerak hingga pukul 02.00 Wita jika menerima laporan yang membutuhkan penanganan segera.

Warga Tetap Waspada

Meski demikian, peningkatan patroli bukan satu-satunya upaya menjaga keamanan. Abdurrahman meminta masyarakat ikut mengawasi lingkungan dan membatasi aktivitas malam.

Ia mengimbau warga, terutama kalangan remaja, agar tidak berkeliaran tanpa keperluan hingga larut malam. Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

“Kesempatan kita kepada masyarakat agar masyarakat selalu mawas diri dan tidak keluar malam sampai jam 10 malam,” katanya.

Ia memastikan Satpol PP siap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait gangguan ketertiban dan keamanan.

Peningkatan patroli ini menjadi langkah pencegahan di tengah kekhawatiran meluasnya kekerasan jalanan. Namun, pengawasan malam tetap perlu berjalan bersama peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam mencegah kenakalan remaja. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait