Nasional

Bahlil Pastikan Stok BBM Subsidi Aman, Minta Pemilik Mobil Mewah Jangan Ambil Hak Rakyat

Jakarta (NTBSatu) – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah terus menyiapkan stok bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah terutama menyiapkan BBM bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah juga mendorong penyaluran subsidi agar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang berhak.

“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat. Khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” kata Bahlil usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, mengutip live YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 17 September 2026.

IKLAN

Bahlil menyoroti adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Ia lantas meminta masyarakat tergolong mampu yang memiliki mobil mewah untuk tidak memakai BBM subsidi.

“Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi. Saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW. Kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi,” ucapnya.

Ia menegaskan pemerintah menyediakan BBM bersubsidi untuk masyarakat yang berhak menerima. Karena itu, ketepatan sasaran menjadi hal penting dalam pengelolaan BBM bersubsidi.

IKLAN

“Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima itu, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran,” lanjutnya.

Terkait kemungkinan penguatan regulasi, Bahlil mengatakan pemerintah akan mempertimbangkannya lebih lanjut karena perubahan aturan membutuhkan proses. Namun, menurutnya, pemerintah tetap perlu mengimbau masyarakat yang mampu.

“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting,” ujarnya.

Bahlil pun mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk memberikan ruang bagi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi.

“Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya,” tegasnya. (*)

Artikel Terkait