Sumbawa

Razia Gabungan Digelar di Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Razia gabungan melibatkan aparat penegak hukum (APH) berlangsung di Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar, Kamis malam, 17 September 2026. Petugas menyisir seluruh blok hunian untuk mencegah peredaran narkoba dan barang terlarang di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar, Mahendra Sulaksana, mengatakan pihaknya menggandeng BNNK Sumbawa, Polres Sumbawa, Brimob, dan Kodim Sumbawa dalam pemeriksaan tersebut.

“Petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone dalam pemeriksaan. Kami juga melakukan tes urine sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di dalam lapas,” ujar Mahendra.

IKLAN

Lapas Perkuat Pengawasan

Mahendra menjelaskan, razia gabungan menjadi bagian dari kegiatan rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kegiatan itu juga mengikuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Asta Cita Presiden.

“Razia seperti ini kami lakukan secara rutin untuk memastikan kondisi lapas tetap aman dan tertib. Kami terus memperkuat pengawasan bersama aparat penegak hukum,” katanya.

Selain memeriksa kamar hunian, petugas juga melakukan tes urine terhadap warga binaan. Langkah tersebut membantu petugas mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas sejak awal.

IKLAN

BNNK Konfirmasi Hasil Pemeriksaan

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sumbawa, Nursyafruddin, A.Md., membenarkan keterlibatan BNNK dalam razia tersebut. Ia mengatakan tim BNNK ikut memeriksa blok hunian yang menjadi sasaran kegiatan.

“BNNK Sumbawa ikut dalam kegiatan tadi malam. Kami memeriksa blok yang dihuni warga binaan kasus narkoba. Dari pemeriksaan itu, kami tidak menemukan narkotika, senjata tajam, maupun barang terlarang lainnya,” ujar Nursyafruddin kepada NTBSatu, Jumat, 18 September 2026.

Nursyafruddin juga mengonfirmasi hasil tes urine. Seluruh sampel urine yang petugas periksa menunjukkan hasil negatif narkoba.

Ia berharap kondisi tersebut terus terjaga. Menurutnya, lapas perlu menutup ruang bagi transaksi dan penyalahgunaan narkoba sekaligus menjaga integritas petugas.

“Kami berharap tidak ada warga binaan yang berniat menyalahgunakan narkoba. Kami juga ingin memastikan tidak ada ruang untuk transaksi maupun penggunaan narkoba di dalam lapas. Petugas juga harus menjaga kewenangan agar tidak terjadi penyalahgunaan,” ujarnya. (*)

Artikel Terkait