Lombok BaratPolitik

DPRD Lobar Desak Pemkab Lindungi Wilayah Penyangga Mata Air

Lombok Barat (NTBSatu) – DPRD Lombok Barat (Lobar) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menangani secara serius ancaman kekeringan di kawasan sumber mata air.

Permintaan tersebut muncul setelah mata air Bunut Ngengkang, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat, Hendra Harianto, menilai kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah.

IKLAN

“Fenomena ini harus jadi warning bagi Pemda Lombok Barat,” kata Hendra kepada NTBSatu, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Hendra, pemerintah tidak cukup hanya menunggu dampak kekeringan meluas. Pemkab perlu segera melakukan mitigasi terhadap kawasan tersebut.

“Dan melakukan mitigasi karena wilayah tersebut merupakan sumber mata air bagi Lombok Barat bahkan Mataram,” ujar legislator dari fraksi PKB tersebut.

IKLAN

Sebagai informasi, Bunut Ngengkang merupakan salah satu wisata yang mengandalkan aliran air bawah tanah. Sebelumnya, Kepala Desa Buwun Sejati, Muhidin menyebut, Bunut Ngengkang mengering karena kemarau panjang.

Debit air di kawasan Aik Nyet juga mulai menurun. Namun, aliran air di lokasi tersebut masih tersedia. Kondisi itu menunjukkan tekanan musim kemarau mulai menyentuh kawasan yang selama ini menopang kebutuhan air masyarakat.

Hendra meminta Pemkab Lobar tidak memandang persoalan tersebut sebagai fenomena musiman semata, melainkan sebagai persoalan lingkungan yang perlu ditangani serius.

Harus Masuk Prioritas Kebijakan

Hendra menegaskan, wilayah penyangga mata air membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah. “Ini harus serius di perhatikan,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah memasukkan perlindungan kawasan sumber mata air ke dalam prioritas kebijakan. “Dan menjadi prioritas kebijakan,” lanjut Hendra.

Sebelumnya, kekeringan telah berdampak pada 62 dusun di 16 desa Lombok Barat. Kondisi tersebut tersebar di enam kecamatan. Sebanyak 6.578 kepala keluarga atau 19.337 jiwa terdampak krisis air bersih.

Kemarau juga mengancam sektor pertanian masyarakat. Ratusan hektare lahan berpotensi mengalami gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.

Di tengah kondisi tersebut, kekeringan di wilayah penyangga mata air menimbulkan persoalan yang lebih luas. Pemerintah perlu menjaga kawasan sumber air sebelum krisis berkembang menjadi ancaman kebutuhan dasar masyarakat.

Hendra menilai, fenomena Bunut Ngengkang harus menjadi momentum bagi Pemkab Lobar untuk memperkuat mitigasi. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait