KNMP Bima Mulai Digarap, 13 Desa Masuk Tahap Pengerjaan
Bima (NTBSatu) – Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bima kini menunjukkan perkembangan yang makin signifikan di lapangan.
Dari total 16 desa pesisir yang masuk dalam target program, sebanyak 13 desa secara resmi telah mengantongi penetapan pemenang tender berskala nasional dan langsung memasuki tahap awal eksekusi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Tajuddin mengonfirmasi, seluruh perusahaan pelaksana yang memenangi tender kini telah bergerak ke lapangan. Mereka langsung memulai persiapan teknis serta penataan infrastruktur penunjang di lokasi masing-masing.
“Dari 13 desa yang sudah mulai pengerjaannya. Desa Rompo resmi ditetapkan sebagai desa utama atau Hasil Alternatif Perikanan (HAP) dari keseluruhan kawasan KNMP ini. Sementara itu, 12 desa lainnya akan memegang peran strategis sebagai kawasan penyanggah,” ujar Tajuddin saat memberikan keterangan pada NTBSatu, Rabu, 16 September 2026.
Kontraktor Mulai Sosialisasi dan Masukkan Material Proyek
Menurutnya, tuntasnya proses lelang nasional ini menjadi sinyal kuat bermulanya fase pengerjaan fisik secara masif di wilayah pesisir Bima. Pihak kontraktor kini menggenjot berbagai persiapan matang agar pengerjaan infrastruktur berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang telah dari pusat.
“Saat ini pihak perusahaan pelaksana sudah turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat setempat. Selain sosialisasi, sebagian pelaksana juga mulai memasukkan material logistik dan menempatkan sejumlah alat berat di titik proyek,” tambah Tajuddin.
Meski demikian, ia tidak memungkiri masih ada tiga desa lain yang prosesnya terus dikawal ketat. Di antaranya yakni Desa Piong, Desa Lambu, dan Desa Sangiang Sape. Ketiga desa pesisir tersebut saat ini masih menanti ketetapan teknis dan keputusan resmi lanjutan dari pihak pemerintah pusat.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan kementerian terkait agar penetapan teknis untuk tiga desa tersisa bisa segera terbit. Fokus utama kami adalah memastikan seluruh alur pengerjaan berjalan transparan dan akuntabel. Sehingga memberi dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup nelayan lokal,” tegas Tajuddin.
Ia berharap, penetapan Desa Rompo sebagai HAP utama mampu menjadi pusat pengolahan dan distribusi ekonomi perikanan modern yang terintegrasi. Dengan sokongan pasokan dari 12 desa penyanggah di sekelilingnya, program KNMP ini terproyeksi bakal mentransformasi kawasan pesisir Kabupaten Bima menjadi jauh lebih produktif, mandiri, serta berdaya saing tinggi dalam skala nasional. (*)




