Plafon Nyaris Ambruk, Akhirnya SDN 4 Lendang Nangka Dapat Ruang Kelas Baru
Lombok Timur (NTBSatu) – SDN 4 Lendang Nangka, Lombok Timur, segera memanfaatkan ruang kelas baru untuk kegiatan belajar siswa kelas 3, 4, 5, dan 6. Kehadiran bangunan tersebut membantu sekolah mengatasi keterbatasan ruang belajar yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembelajaran.
Sebelumnya, kondisi ruang kelas lama di sekolah tersebut cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian plafon mengalami kerusakan, bahkan beberapa di antaranya nyaris jatuh sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi guru dan siswa.
Ahmad Husni, guru sekaligus bendahara SDN 4 Lendang Nangka, mengatakan, pihak sekolah telah beberapa kali mengusulkan bantuan pembangunan ruang kelas. Namun, usulan tersebut belum langsung mendapat tanggapan.
“Beberapa tahun lalu kami sudah pernah mengajukan bantuan pembangunan ruang kelas. Bahkan, ada juga usulan dari salah satu kepala sekolah yang sekarang sudah meninggal dunia,” kata Ahmad, Selasa, 15 September 2026.
Harapan itu kembali muncul ketika Ahmad mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam pada 2025. Dalam kegiatan tersebut, ia bertemu dengan seorang rekannya bernama Dedy, yang bercerita mengenai bantuan pembangunan gedung dari pihak luar negeri.
“Saat mengikuti pelatihan, saya bertemu teman yang bercerita bahwa sekolahnya mendapat bantuan gedung dari Australia. Dari situ saya mencoba meminta kontak pihak yayasan,” ujarnya.
Ahmad kemudian menghubungi pihak yayasan dan memperkenalkan diri sebagai perwakilan SDN 4 Lendang Nangka. Dalam komunikasi tersebut, pihak yayasan menyampaikan, sekolahnya memang pernah tercatat sebagai salah satu pengusul bantuan.
Pihak donatur selanjutnya datang langsung untuk meninjau kondisi sekolah. Kunjungan itu berlangsung ketika hujan turun sehingga mereka dapat melihat secara langsung kondisi bangunan dan kebocoran yang terjadi di ruang kelas lama.
“Waktu mereka datang, kebetulan sedang musim hujan. Mereka melihat sendiri bagaimana kondisi sekolah ketika hujan, termasuk bagian bangunan yang bocor,” tutur Ahmad.
Ia menyebut, kondisi ruang kelas 4, 5, dan 6 di bagian utara sekolah cukup parah. Bagian plafon di ruangan tersebut kerap jatuh sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa selama kegiatan belajar mengajar.
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Happy Hearts Indonesia memberikan bantuan pembangunan ruang kelas baru untuk mendukung kegiatan belajar siswa di sekolah tersebut.
Khawatirkan Keselamatan Siswa
Kekhawatiran tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerusakan bangunan, tetapi juga keselamatan siswa dan guru. Pihak sekolah tidak ingin bagian plafon yang jatuh mencederai peserta didik.
“Bahkan sering jatuh plafonnya. Itu yang kita khawatirkan ketika kita lagi proses pelajaran mengajar. Tiba-tiba jatuh kan siapa yang tanggung jawab. Kita guru aja yang ditanyakan masalahnya itu,”
Setelah melalui proses pengukuran, pihak donatur awalnya merencanakan pembangunan tujuh ruang kelas. Namun, kondisi lahan yang agak miring serta posisi bangunan lama membuat jumlah ruang yang dibangun berkurang menjadi empat lokal.
Meski jumlah ruang kelas tidak sesuai rencana awal, Ahmad tetap menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur.
Menurutnya, empat ruang kelas baru itu sudah cukup membantu sekolah memenuhi kebutuhan ruang belajar.
“Tapi ternyata setelah lebarnya agak sedikit miring, agak kena dia yang bangunan lama jadinya. Mungkin itulah memang rezikinya kita hanya empat lokal gitu,” ujarnya.
Ruang kelas baru tersebut nantinya untuk siswa kelas 3, 4, 5, dan 6. Pemindahan kegiatan belajar ke bangunan baru juga membuat sekolah memiliki kesempatan untuk menata kembali ruangan lama.
Akhirnya, Guru Miliki Ruangan
Selain menambah ruang belajar siswa, keberadaan bangunan baru turut membantu guru yang sebelumnya belum memiliki ruangan khusus akibat keterbatasan fasilitas.
“Dulu kita kan nggak punya ruang guru, karena memang kurang ruangan kita. Tapi Alhamdulillah sekarang ada sisa kelas, itu kita manfaatkan,” katanya.
Menurut Ahmad, ruang kelas baru telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut meliputi meja dan kursi siswa, meja guru, papan tulis, serta kipas angin.
Ia juga menjelaskan, bangunan tersebut menggunakan material daur ulang, terutama plastik yang berasal dari botol bekas untuk bagian dinding. Sementara itu, meja di dalam ruangan menggunakan material kayu.
Proses pembangunan berlangsung relatif cepat. Pengerjaan fondasi memerlukan waktu sekitar satu minggu, sedangkan pemasangan dinding berlangsung sekitar dua hingga tiga hari.
“Proses pembuatannya kemarin. Karena kemarin agak lama proses datangnya. Untuk Fondasinya satu minggu dan untuk pembuatan temboknya paling dua tiga hari. Dan semuanya total paling-paling 20 sampai 22 hari,” jelasnya.
Ahmad mengatakan, pihak donatur juga menyampaikan bahwa bangunan tersebut memiliki ketahanan terhadap gempa. Selain itu, ruang kelas dirancang agar tetap nyaman digunakan siswa dan guru.
Ia menambahkan, ruang kelas baru tidak terasa panas karena memiliki sirkulasi udara yang baik dan dilengkapi kipas angin.
Kondisi itu membuat siswa dan guru lebih nyaman menjalankan aktivitas belajar. “Nggak panas. Enak sekali. Apalagi dilengkapi dengan kipas,” ujarnya.
Kehadiran ruang kelas baru juga mendapat sambutan dari wali murid dan masyarakat sekitar. Mereka berharap, pembangunan tersebut dapat mendukung kegiatan pendidikan di SDN 4 Lendang Nangka dalam jangka panjang. (*)



