Lombok Barat

Hotel Senggigi Perketat Penghematan Air Selama Kemarau

Lombok Barat (NTBSatu) – Pengelola hotel dan restoran di kawasan Senggigi, Lombok Barat, memperketat strategi penghematan air selama musim kemarau.

Ketua Senggigi Hotel Association, I Ketut M. Jaya Kusuma mengatakan, pengelola usaha menyiapkan langkah penghematan maksimal menghadapi prediksi kemarau yang lebih panjang.

“Kita memang melihat fenomena alam di musim kemarau ya, yang mana ada prediksi akan sedikit panjang juga,” kata Ketut, Selasa, 15 September 2026.

IKLAN

Ketut mengungkapkan, sejumlah restoran sempat mengalami penghentian pasokan air PDAM selama beberapa hari. Kondisi itu terjadi ketika musim kekeringan mulai memengaruhi ketersediaan air.

“Dan sejauh ini sih relatif berjalan cukup baik, meskipun ada beberapa hari terkadang terkendala air dari PDAM yang suplainya berkurang dan bahkan sempat stop ya di beberapa restoran,” ujarnya.

Namun, Ketut mengatakan kondisi pasokan air kini kembali normal. Ia juga menyebut belum ada anggota asosiasi yang menyampaikan keluhan terkait gangguan air terbaru.

IKLAN

Hotel Andalkan ABT

Sebagian besar hotel di kawasan Senggigi juga menggunakan Air Bawah Tanah (ABT) untuk memenuhi kebutuhan operasional. Ketut mengatakan, penggunaan ABT sejauh ini belum menimbulkan persoalan bagi anggota asosiasinya.

“Sejauh ini cukup lancar sih airnya, karena banyak juga yang menggunakan ABT dan saya pikir belum ada isu apa pun mengenai hal itu,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat sektor pariwisata relatif tetap berjalan meskipun warga sekitar menghadapi keterbatasan air bersih. Sebelumnya, sekitar 250 kepala keluarga di Dusun Batu Bolong Griya, Senggigi, mengalami kekurangan air.

Warga mengandalkan sumur bor masjid dan harus mengantre sejak pukul 05.00 Wita hingga malam hari. Bantuan air dari BPBD juga belum menjangkau seluruh warga terdampak.

Risiko Krisis Air

Ketut menilai, kebutuhan air harus menjadi perhatian utama pemerintah dan pengelola destinasi wisata. Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kenyamanan wisatawan selama berada di Senggigi.

“Ke depannya ini kebutuhan air di destinasi ini, karena ini nanti adalah untuk kenyamanan wisatawan ya, ini kebutuhan primer ini, tentunya harus betul-betul diperhatikan,” tegasnya.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan gangguan pasokan air berkembang menjadi krisis. Ketut mencontohkan persoalan air di Gili Trawangan yang pernah mengganggu pengalaman wisatawan.

“Jangan sampai nanti terjadi seperti di Gili Trawangan yang mana wisatawan akhirnya sampai checkout, tentu itu menjadi image yang tidak baik,” tutupnya. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait