Lombok Tengah

Ratusan Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG Gegara Santap Makanan Basi

Mataram (NTBSatu) – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) NTB mencatat, jumlah siswa mengalami keracunan MBG di Lombok Tengah sebanyak 351 orang.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil monitoring di lapangan pada Jumat, 11 September 2026.

Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Gani menyampaikan, adapun ratusan siswa tersebut menjalani perawatan di tiga Puskesmas di Lombok Tengah. Di antaranya, Puskesmas Aik Darek, Pringgarate, dan Mantang.

IKLAN

“Namun sebagian besarnya sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Gani, Jumat, 11 September 2026.

Ia menjelaskan, insiden keracunan ini diduga karena siswa mengkonsumsi makanan yang sudah tidak laik atau basi. Alasannya, karena didiamkan dalam waktu lama.

“Siswa ini kan ada yang langsung makan tunda dan sebagainya. Jadi kalau menurut penjelasan di lapangan terlambat menyantap (MBG), tapi itu bukan menjadi alasan sebenarnya,” jelas Fathul, Jumat, 11 September 2026.

IKLAN

Menurutnya, makanan yang tersaji tersebut memang berasal dari bahan makanan yang cepat basi.

“Menu yang potensi cepat basi saya lihat itu. Menunya kebab, steak tempe, ayam saus dan selada,” ujarnya.

Ia berharap, kejadian ini menjadi pelajaran penting dan bahan evaluasi bagi setiap SPPG di NTB. Ia menyarankan agar pengurus SPPG memilih bahan makanan yang tidak berpotensi cepat basi untuk disajikan.

“Pilihlah bahan makanan yang tidak berpotensi cepat basi. Karena bagaimana pun, siswa ini kan ada yang langsung makan, tunda dan sebagainya,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Satgas MBG menghentikan sementara SPPG yang bersangkutan. Karena kasus tersebut termasuk kejadian menonjol. “Langsung diberhentikan sementara, karena itu sesuai aturannya,” ujarnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait