Lombok TengahTak Berkategori

Seaplane Batu Jai Masih Urus Izin Kementerian, Pemda Lombok Tengah Tunggu Kejelasan Proyek

Lombok Tengah (NTBSatu) – Rencana pembangunan seaplane di kawasan Bendungan Batu Jai, Lombok Tengah, hingga kini masih menunggu proses perizinan investor di tingkat kementerian.

Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya mengatakan, pemerintah daerah belum mengikuti secara detail tahapan pembangunan proyek tersebut. Saat ini, proses berada pada ranah investor bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.

“Secara tahapan detailnya, Posisi pemerintah daerah menunggu persetujuan yang sedang diikhtiarkan oleh investor di kementerian-kementerian tadi,” kata Firman kepada NTBSatu,  Jumat, 11 September 2026.

IKLAN

Menurutnya, Pemkab Lombok Tengah hanya berperan sebagai fasilitator sekaligus regulator. Pemerintah daerah tidak menyiapkan anggaran untuk pembangunan seaplane tersebut karena seluruh investasi berasal dari pihak swasta.

“Pemerintah ini kan memfasilitasi sebenarnya, memfasilitasi apa yang investor rencanakan. Tidak ada uang pemerintah daerah yang akan dikeluarkan,” ujarnya.

Sosialisasi Menunggu Proyek Lebih Pasti

Rencana pembangunan seaplane sebelumnya mendapat penolakan dari sebagian warga di sekitar Bendungan Batu Jai. Warga meminta adanya sosialisasi serta kepastian mengenai dampak pembangunan terhadap aktivitas mereka, termasuk nelayan.

IKLAN

Firman mengatakan, pemerintah juga masih menunggu kejelasan dari investor sebelum sosialisasi kepada masyarakat. Setelah rencana dan perizinan lebih jelas, investor akan melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat terdampak.

“Kita tunggu. Mungkin setelah semua fix, baru investor akan melaksanakan sosialisasi ke pemerintah daerah dan ke warga masyarakat yang terdampak,” katanya.

Ia mengakui pemerintah belum dapat menggambarkan secara utuh potensi dampak negatif proyek tersebut, termasuk terhadap aktivitas ekonomi nelayan.

“Ini rencana investasi ini kan kita belum mendapat gambaran yang utuh. Sehingga dampak negatif belum bisa kita peroleh gambarannya seperti apa,” ujarnya.

Target Mulai Tahun 2027

Di sisi lain, Pemkab Lombok Tengah tetap berharap pembangunan seaplane dapat memberikan alternatif akses bagi wisatawan menuju Pulau Lombok.

Firman menilai keberadaan seaplane tidak hanya menambah pilihan transportasi, tetapi juga menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan daripada penerbangan konvensional melalui bandara.

“Yang pertama tentunya menambah aksesibilitas para wisatawan, para tamu yang akan berkunjung ke Lombok. Intinya dengan adanya seaplane ini memberikan alternatif dan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan,” katanya.

Pemkab Lombok Tengah berharap seluruh proses terkait proyek tersebut sudah mendapat kejelasan pada 2026. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, operasional seaplane targetnya mulai berjalan pada 2027.

“Saya berharap 2026 ini sudah ada kejelasan. Masalah operasionalnya kalau sudah semua jelas, di 2027 harapan kita sudah bisa beroperasi,” pungkas Firman. (*)

Artikel Terkait