Pemkab Lombok Tengah Kantongi Rp216 Juta Hasil Lelang Eks Kendaraan Dinas
Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah memperoleh pendapatan Rp216,68 juta dari lelang puluhan eks kendaraan dinas dan barang rongsokan (scrap).
Adapun lelang tersebut digelar secara daring melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Tengah, Taufikurrahman Pua Note mengatakan, nilai tersebut jauh melampaui target awal yang perkiraannya sebesar Rp104,63 juta.
“Target awal kami Rp104.633.000. Dari hasil pelelangan, meskipun ada empat lot yang tidak laku, pendapatan perolehan pendapatan mencapai Rp216.680.080,” kata Taufikurrahman, Rabu, 24 Juni 2026.
BKAD sebelumnya melelang 55 lot barang milik daerah yang terdiri dari kendaraan roda dua dan paket scrap kendaraan dinas yang sudah tidak terpakai.
Dari jumlah tersebut, empat lot tidak mendapatkan penawaran dari peserta lelang. Seluruh lot yang tidak laku merupakan sepeda motor.
“Ada empat lot yang tidak ada peminatnya. Rata-rata sepeda motor,” ujarnya.
Taufikurrahman mengaku heran karena beberapa kendaraan yang tidak laku justru masih tergolong cukup laku di pasaran. Salah satunya sepeda motor Honda Grand.
Meski demikian, BKAD berencana kembali menawarkan empat lot tersebut pada lelang berikutnya. “Nanti akan kami ajukan lagi pada lelang berikutnya,” ucapnya.
Proses Lelang Secara Online
Ia menjelaskan, proses lelang berlangsung secara online melalui portal lelang milik pemerintah pusat. Masa penawaran berlangsung pada awal Juni, sedangkan penetapan pemenang jatuh pada 8 Juni 2026.
Menurutnya, sebagian masyarakat mengeluhkan proses pendaftaran lelang yang cukup rumit. Namun, kendala tersebut umumnya muncul karena persyaratan administrasi, seperti validasi NPWP dan NIK, belum terpenuhi.
“Keluhan yang kami terima umumnya karena dokumen kelengkapan peserta belum memenuhi persyaratan,” jelasnya.
Setelah lelang kendaraan selesai, BKAD juga berencana melelang sejumlah aset lain yang sudah tidak terpakai. Aset tersebut meliputi scrap AC, material bongkaran gedung, dan aset daerah lain yang tidak lagi digunakan.
Selain kendaraan roda dua, lot dengan nilai penawaran tertinggi pada lelang ini berasal dari paket scrap kendaraan roda empat yang terjual Rp52 juta.
Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat mengoptimalkan pengelolaan aset sekaligus menambah penerimaan daerah dari barang-barang yang sudah tidak lagi dimanfaatkan. (*)




