PendidikanSumbawa

Pemkab Sumbawa Dorong Sekolah Terpencil Dapat Akses Internet

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendorong pemerataan akses internet bagi sekolah di wilayah terpencil. Pemerintah menargetkan sekolah yang menghadapi kendala jaringan bisa memperoleh dukungan fasilitas internet.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Budi Sastrawan, S.IP., M.Si. mengatakan pemerintah kini tidak hanya melihat status desa sebagai wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, pendekatan pemerintah pusat kini lebih melihat kondisi fasilitas pada satuan pendidikan. Sekolah yang tidak memiliki akses internet dapat memperoleh dukungan meski desa tempat sekolah itu berada tidak masuk kategori 3T.

IKLAN

“Sekarang pendekatannya bukan lagi melihat 3T, tetapi melihat tersedia atau tidak fasilitasnya. Kalau sekolah tidak punya internet, ada bantuan untuk fasilitas internet,” kata Budi, Jumat, 11 September 2026.

Akses Sekolah Jadi Perhatian

Budi menjelaskan, kondisi sejumlah sekolah di Sumbawa tidak selalu mengikuti status desa. Ada sekolah yang berada di wilayah dengan akses sulit, tetapi desa tempat sekolah itu berada tidak masuk kategori 3T.

Ia mencontohkan sejumlah sekolah di wilayah Orong Telu. Sekolah seperti SD Karya Baru di Dusun Karya Baru menghadapi tantangan akses, meski kondisi desanya tidak masuk kategori 3T.

IKLAN

“Di Sumbawa ada sekolah yang aksesibilitasnya sulit. Jarak dan rentang kendalinya juga menjadi persoalan. Jadi, kami melihat kondisi sekolahnya, bukan hanya status desanya,” ujarnya.

Menurut Budi, pemerintah juga menerapkan pendekatan serupa untuk kebutuhan listrik. Sekolah yang tidak memiliki listrik dapat memperoleh dukungan tenaga surya.

“Kalau tidak ada listrik, ada bantuan tenaga surya. Kalau tidak ada internet, kementerian bisa memberikan bantuan jaringan. Jadi, kami melihat fasilitas yang sekolah itu butuhkan,” katanya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa kini mengidentifikasi sekolah yang membutuhkan dukungan tersebut. Budi menyebut sekitar 26 sekolah berpotensi menerima bantuan internet pada 2026.

Target 2026 Tak Ada Lagi Sekolah Gabung

Budi mengatakan dukungan internet juga berkaitan dengan pelaksanaan asesmen dan kegiatan pembelajaran berbasis teknologi. Saat ini, seluruh sekolah di Sumbawa sudah mengikuti asesmen secara online.

“Alhamdulillah, pelaksanaan asesmen sekarang sudah 100 persen. Kita juga melihat peningkatan fasilitas sekolah,” ungkapnya.

Namun, masih ada sekolah yang mengandalkan sekolah lain untuk mengakses fasilitas tertentu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa ingin mengakhiri kondisi tersebut melalui bantuan fasilitas pada 2026.

“Kami usahakan tahun 2026 tidak ada lagi sekolah yang harus bergabung dengan sekolah lain. Jadi, semua sekolah bisa menggunakan fasilitasnya sendiri,” jelas Budi.

Ia berharap dukungan fasilitas internet dapat memperkuat kualitas pendidikan di wilayah yang memiliki akses sulit. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong pemerataan fasilitas agar sekolah di wilayah terpencil memiliki kesempatan yang sama.

“Semoga dukungan ini terus berjalan agar pendidikan kita semakin bagus,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait