Pemkab Sumbawa Mulai Benahi Wajah Digital OPD, Website Tak Boleh Lagi Mati Suri
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, mulai serius membenahi wajah digital Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini dengan mendorong seluruh instansi aktif memperbarui website dan media sosial resmi. Tujuannya agar informasi publik tidak lagi lambat, minim pembaruan, ataupun bergantung pada sumber di luar pemerintah.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan Website dan Media Sosial OPD oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa, Senin 18 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari hingga 21 Mei itu, pesertanya 32 OPD dengan pembagian delapan OPD per hari. Bimtek menghadirkan tenaga ahli dari Diskominfotiksandi serta narasumber internal pemerintah daerah.
Asisten Administrasi Umum Setda Sumbawa, Rachman Ansori menilai, website selama ini belum OPD manfaatkan secara maksimal sebagai pusat informasi publik. Padahal, menurutnya, website resmi seharusnya menjadi rujukan utama masyarakat untuk memperoleh informasi pemerintahan.
“Kita lagi bikin rumah baru. Website ini harus lengkap informasinya, bukan hanya data kegiatan dan profil,” ujar Rachman.
Ia menegaskan, setiap kegiatan maupun pelayanan pemerintah semestinya segera dipublikasikan melalui platform resmi OPD. Agar masyarakat tidak kesulitan mencari informasi yang valid.
“Harapannya, setiap ada event atau momen kegiatan langsung di-update. Jadi masyarakat dan media tidak lagi bergantung pada sumber lain,” tegasnya.
Menurut Rachman, media sosial memang lebih cepat menjangkau masyarakat. Namun, website tetap memiliki fungsi penting sebagai basis data resmi pemerintah yang lebih kredibel dan terdokumentasi.
“Kalau masyarakat ingin tahu informasi dinas, cukup buka website-nya. Semua harus tersedia di sana,” katanya.
Ia juga menyinggung, renovasi besar-besaran website OPD yang pemerintah daerah lakukan setelah sebelumnya sejumlah situs mengalami gangguan keamanan dan tidak aktif.
“Website pemerintah tidak boleh mati suri. Harus hidup, aktif, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Wajah dan Etalase Digital Pemerintah
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Sri Wahyuni mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap informasi publik yang cepat dan mudah diakses menjadi alasan utama digelarnya pelatihan tersebut.
“Kebutuhan akan informasi publik yang cepat, tepat, dan mudah diakses menjadi latar belakang kegiatan ini,” jelas Sri Wahyuni.
Menurut Sri Wahyuni, website dan media sosial resmi OPD kini bukan lagi sekadar pelengkap administrasi digital, melainkan representasi langsung kinerja pemerintah di mata publik.
“Website dan media sosial resmi OPD merupakan wajah dan etalase digital pemerintah yang harus dikelola secara aktif, akurat, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan pengelolaan platform digital OPD juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Serta, upaya mendorong pelayanan pemerintahan yang lebih transparan.
Pemerintah daerah berharap, setiap OPD mampu mengelola informasi publik secara profesional sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, terbuka, dan terpercaya. (Marwah)




