Dinkes NTB Andalkan Program Desa Berdaya Perkuat Penanganan Diabetes
Mataram (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB, berkomitmen memperkuat penanganan penyakit tidak menular melalui program Desa Berdaya. Salah satunya, pengendalian diabetes melitus.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri menyampaikan, penanganan diabetes melitus melalui Desa Berdaya sebagai bagian meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Pelaksanaannya secara menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, dan rehabilitatif,” kata Fikri, Senin, 18 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, penanganan diabetes melitus di Desa Berdaya menerapkan lima pilar utama penatalaksanaan diabetes. Tujuannya, meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes.
“Termasuk mencegah terjadinya komplikasi,” ujarnya.
Adapun kelima pilar itu, yakni pertama, edukasi kesehatan kepada masyarakat dan penyandang diabetes melitus. Pelaksanaannya secara berkelanjutan. Tujuannya, masyarakat memahami faktor resiko penyakit, pentingnya pola hidup sehat, serta perubahan perilaku untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.
“Dinas Kesehatan juga menerapkan terapi nutrisi medis melalui pengaturan pola makan sehat. Masyarakat diarahkan memenuhi kebutuhan cairan dan menerapkan prinsip 3J: Jadwal makan yang tepat, Jenis makanan yang tepat, dan Jumlah asupan yang sesuai kebutuhan tubuh,” jelasnya.
Pilar berikutnya, lanjutnya, latihan jasmani dan aktivitas fisik rutin. Aktivitas ini untuk membantu mengendalikan kadar gula darah, menjaga kebugaran tubuh, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam aspek pengobatan, penanganan terapi farmakologi sesuai indikasi medis dengan pemberian obat penurun gula darah. “Penanganan melalui penggunaan Obat Hipoglikemik Oral (OHO) maupun insulin berdasarkan anjuran serta pemantauan tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, pemantauan glukosa darah secara rutin dan berkala. Baik secara mandiri maupun melalui fasilitas kesehatan.
“Langkah ini menjadi bagian penting dalam evaluasi pengendalian penyakit sekaligus pencegahan komplikasi lebih lanjut,” katanya.
Melalui penerapan lima pilar penatalaksanaan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi NTB berharap, pengelolaan diabetes melitus melalui program Desa Berdaya dapat berjalan optimal.
Dinas Kesehatan Provinsi NTB mencatat, jumlah penyandang diabetes melitus pada 2025 mencapai 29.718 orang. Sedangkan pada periode Januari hingga April 2026, berdasarkan cek kesehatan gratis, tercatat sebanyak 13.146 orang. (Arum)




