Lombok Barat

Dinas Pertanian Lombok Barat Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha

Lombok Barat (NTBSatu) – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat memastikan, ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman. Bahkan, populasi ternak di daerah tersebut mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat, Lalu Moh. Hakam mengatakan, peningkatan populasi ternak menjadi indikator utama kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban tahun ini masih dapat terpenuhi.

“Kalau terkait dengan berbicara masalah stok untuk tahun 2026 ini, kita bisa merujuk kepada populasi ternak kita. Data yang sudah terhimpun di tahun 2025, untuk sapi itu sejumlah 99.019 ekor,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.

IKLAN

Ia menilai, jumlah tersebut masih jauh di atas angka kebutuhan pemotongan hewan kurban setiap tahunnya. Berdasarkan tren, pemotongan sapi pada Iduladha 2025 berada di kisaran empat ribu ekor.

“Kalau kita ikuti tren peningkatan data pemotongannya, di tahun 2025 itu sekitar 4.000 ekor. Sementara populasi kita sekarang 99 ribu lebih,” katanya.

Tak hanya sapi, populasi ternak jenis lain juga mengalami peningkatan. Dinas Pertanian mencatat, populasi kerbau mencapai 2.762 ekor, sementara kambing berada di angka sekitar 48 ribu ekor.

IKLAN

“Terus kemudian yang kerbau juga ada 2.762. Yang kambing juga meningkat, itu 48 ribu. Rata-rata di setiap jenis hewan kurban terjadi peningkatan populasi,” jelasnya.

Populasi Ternak Meningkat

Menurut Hakam, peningkatan populasi ternak dari 2024 ke 2025 mencapai sekitar empat persen. Kondisi itu membuat pemerintah daerah optimistis, kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban tetap terpenuhi hingga Iduladha nanti.

“Intinya ketersediaan untuk kebutuhan tadi masih aman. Jadi kita optimistis bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan hewan kurban dan daging kurban yang berkualitas dan higienis,” tegasnya.

Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, Dinas Pertanian juga menyiapkan pengawasan lapangan melalui tim kesehatan hewan. Pengawasan dilakukan di lapak-lapak penjualan ternak dengan penyemprotan disinfektan dan pemantauan kondisi kandang.

Selain itu, layanan Rumah Potong Hewan (RPH) juga tetap disiagakan. Dari empat RPH milik Pemkab Lombok Barat, dua di antaranya aktif melayani pemotongan hewan secara rutin, yakni di wilayah Lingsar dan Lembar.

“Yang aktif dari empat RPH yang kita punya itu di Lingsar sama di Lembar,” ujarnya.

Meski demikian, Hakam mengakui, mayoritas masyarakat masih memilih melakukan penyembelihan langsung di lingkungan masjid atau permukiman warga saat Iduladha. (Zani)

Artikel Terkait

Back to top button