HEADLINE NEWS

Umrah Pemprov NTB: Mimpi Lama, “Banjir” Air Mata dan Tiba di Malaysia

Laporan: Agus Talino

SALAH seorang jemaah umrah Pemprov NTB berkunjung ke rumah saya beberapa hari sebelum keberangkatan.

Dia bercerita. Dia akan berangkat umrah, 22 Januari 2026. Dia diberi hadiah umrah oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh Gubernur pada syukuran HUT NTB ke 67 dan malam “NTB Bermunajat”.

Gubernur melepas rombongan umrah yang berjumlah 33 orang di Pendopo. Setelah dua hari sebelumnya rombongan umrah mengikuti manasik di tempat yang sama.

IKLAN

Pada acara pelepasan di Pendopo, Rabu, 21 Januari 2026. Gubernur tak kuasa menahan haru. Dia bersama istri berniat memberangkatkan umrah 100 orang. Untuk sementara baru bisa diberangkatkan 30 orang.  Insya Allah pada kesempatan lain akan ada keberangkatan berikutnya. 3 orang dari jemaah umrah adalah “pendamping” jemaah umrah yang diberangkatkan Gubernur. Sehingga jumlahnya 33 orang.

Ketika “bermushafahah”. Air mata jemaah tak terbendung. Rata-rata jemaah menangis haru. Gubernur melepas keberangkatan jemaah umrah. Tidak sebatas bersalaman. Tetapi Gubernur memberi “pelukan” hangat sebagai bentuk kedekatan, keakraban dan persaudaraan.

Dalam sambutannya, Gubernur menyebutkan, bahwa jemaah yang diberangkatkan umrah adalah saudaranya. Gubernur meminta agar jemaah umrah meletakkan Gubernur dan keluarganya sebagai saudaranya juga.

Sebagai pemimpin dan sebagai “saudara”. Gubernur meminta jemaah untuk menjaga kesehatan selama perjalanan dan melaksanakan ibadah umrah. Khusuk beribadah. Tak usah memikirkan pekerjaan dan yang lainnya.

Air mata Gubernur tumpah. Ketika Gubernur menyinggung tentang kemiskinan. Gubernur menyebutkan, sebelum menjabat sebagai Gubernur. Dia beranggapan bahwa kemiskinan itu hanya kemiskinan konsep. Ternyata kemiskinan itu adalah realitas keseharian. Bahkan lebih parah dari yang dibayangkan. Karenanya, kata Gubernur, hatinya tersayat-sayat melihat realitas kemiskinan. “Tolong doakan masyarakat NTB. Mudah-mudahan Allah mengeluarkan mereka dari kemiskinan,” harapnya.

Keberangkatan umrah melalui “Muhsinin Tour & Travel”. Bukan saja karena pelayanan “Muhsinin” yang baik. Tetapi rata-rata jemaah umrah tak pernah terpikirkan sebelumnya akan mendapatkan hadiah umrah dari Gubernur. Sehingga banyak yang terkejut.

Seperti Ahmad Usman, Cleaning Service (CS) di Dinas Pertanian NTB. Dia sudah bekerja 16 tahun sebagai CS. Dan baru beberapa hari lalu dilantik sebagai P3K Paruh Waktu.

Ketika mendapatkan hadiah umrah dari Gubernur katanya, perasaannya campur aduk. Bersyukur dan senang. Alhamdulillah tambahnya, teman-temannya di kantor ikut bersyukur dan bergembira dirinya mendapatkan hadiah umrah dari Gubernur.

Keterkejutannya mendapatkan hadiah umrah dari Gubernur ceritanya, bahwa dirinya belum pernah terpikirkan sebelumnya untuk berangkat umrah. Apalagi menabung untuk umrah. “Keinginan umrah ada. Tetapi anak saya masih sekolah. Masih membutuhkan biaya,” ujarnya.

Ada juga jemaah umrah yang sejak lama berkeinginan umrah. Tetapi belum berkesempatan berangkat. Artinya, berangkat umrah adalah mimpi lamanya. Dan sekarang baru terlaksana melalui hadiah umrah yang diberikan Gubernur.

Ahmad Usman menyebutkan, hadiah umrah dari Gubernur adalah anugerah terbesar dalam hidupnya. Dia sangat berterima kasih kepada Gubernur atas perhatian yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Dia akan selalu berdoa untuk Gubernur. Mudah-mudahan Gubernur tetap sehat. Bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Bisa menjadikan NTB lebih maju. Dan tetap memberi perhatian pada orang-orang “kecil” dan miskin.

Alhamdulillah. Setelah terbang sekitar 3 jam dari BIZAM Lombok. Jemaah umrah tiba di Bandara KLIA Malaysia. Untuk selanjutnya melanjutkan penerabangan ke Jeddah Saudi Arabia. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button