NTB

Rentetan Kebakaran di NTB, Damkar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Mataram (NTBSatu) – Bencana kebakaran melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kurun waktu sepekan terakhir. Tiga insiden terbaru secara terpisah terjadi di Kota Mataram, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bima, A. Rafik, mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati.

​”Kami Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bima menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dengan ancaman kebakaran. Terutama pada musim kemarau dan angin kencang akhir-akhir ini,” ujarnya pada Kamis, 27 Agustus 2026.

IKLAN

​Kombinasi cuaca kering dan tiupan angin kencang mempercepat penyebaran api pada beberapa titik lokasi. Petugas pemadam kebakaran dari masing-masing daerah bertindak cepat mengisolasi kobaran api guna mencegah kerusakan yang lebih luas.

Kafe di Ampenan Hangus Dilalap Api

Insiden pertama menghanguskan sebuah warung nasi dan kafe di kawasan Rembiga, depan eks Bandara Selaparang, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, pada Minggu dini hari, 23 Agustus 2026.

Anggota kepolisian melaporkan peristiwa tersebut kepada Damkarmat Kota Mataram pada pukul 03.20 Wita. ​Petugas langsung menempuh jarak sekitar 7 kilometer menuju lokasi dengan waktu tanggap sekitar 5 menit.

IKLAN

Sebanyak 8 personel menerjunkan 4 unit armada pemadam, yaitu unit Thanoz, tangki suplai, unit 04, dan Morita. Selanjutnya, petugas memadamkan api secara total dalam durasi 20 menit.

Penanganan cepat ini memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun pemilik tempat usaha menanggung kerugian materil sekitar Rp10 juta.

Kebakaran Lahan Tebu Resahkan Warga Sekolah di Pekat

Insiden kedua melanda kawasan perkebunan tebu di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Kebakaran lahan ini memicu kepanikan warga pemukiman dan tenaga pengajar di sekitar lokasi.

​”Entah apa pemicunya sehingga terjadi nya kebakaran lahan tebu ke semua Guru SDN 12 Pekat dan SMPN 4 pekat panik. Takut nya merambat ke sekolah dan perumahan. Mana disertai angin kencang,” tulis warganet, mengutip akun Facebook Najmah Najmah pada Rabu, 26 Agustus 2026.

​Hingga saat ini, pemicu awal munculnya titik api masih belum diketahui secara pasti. Kepulan asap tebal dan kobaran api yang terbawa angin kencang membuat warga serta pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran yang masih menyatu dengan Sat Pol PP, Suharjono, mengatakan tidak ada informasi apa pun terkait peristiwa tersebut. Selanjutnya, lokasi yang jauh dari jangkauan menyulitkan petugas untuk menerjunkan armada.

“Belum ada informasi terkait kebakaran di wilayah Pekat. Karena jangkauan pelayanan kita cukup jauh. Keterbatasan armada damkar di Kabupten Dompu, untuk sementara kita hanya bisa minta bantuan di brigif,” ujarnya kepada NTBSatu pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Gudang Bengkel Mobil Tua di Amahami Ludes Terbakar

Sementara itu di Kota Bima, si jago merah membakar gudang penyimpanan mesin mobil tua milik Bengkel Jaya Motor di Lingkungan Amahami pada Rabu malam, 26 Agustus 2026. Damkar Kota Bima menerima laporan dari warga setempat pada pukul 20.51 Wita.

​Petugas pemadam langsung bergegas menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.

​Setelah berjuang lebih dari satu jam, personel Damkar Kota Bima akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api secara total pada pukul 22.17 Wita. Petugas mengonfirmasi seluruh proses penanganan berjalan aman dan tidak menimbulkan korban jiwa. (*)

Artikel Terkait