NTBPemerintahan

Pemprov NTB Dukung Rafa Nadal Tenis Center meski Belum Terima Berkas Perizinan

Mataram (NTBSatu) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB mengonfirmasi belum menerima dokumen perizinan maupun pemberitahuan resmi terkait rencana pembangunan Rafa Nadal Tennis Center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Kepala DPMPTSP NTB, Irnadi Kusuma mengatakan, proses izin fasilitas olahraga kelas dunia tersebut sepenuhnya berjalan di tingkat pemerintah pusat.

​”Untuk Rafa, itu perijinannya langsung di pusat,” ujarnya kepada NTBSatu pada Selasa, 4 Juli 2026.

IKLAN

​Meski berkas administratif belum masuk ke meja dinas di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyatakan dukungan penuh terhadap rencana investasi tersebut.

Masuknya jenama internasional sekelas Rafa Nadal akan memperkuat daya tarik pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mekanisme Perizinan KEK

DPMPTSP NTB menjelaskan keberadaan proyek di dalam KEK Mandalika membuat alur perizinan mengikuti regulasi khusus. Pihak investor mengurus seluruh tahapan legalitas awal melalui Administrator KEK serta kementerian terkait di Jakarta, bukan melalui pemerintah daerah secara langsung.

​”Kalau kita prinsipnya mendukung sebab menjadi bagian dari pertumbuhan investasi di NTB,” katanya.

​Oleh karena itu, instansi teknis di daerah saat ini berada dalam posisi menunggu penyelesaian seluruh tahapan administratif di tingkat nasional.

Pemprov NTB belum menerima surat tembusan maupun dokumen kajian teknis awal dari pihak pengembang atau investor.

​”Belum, biasanya kalau sudah proses di pusat tinggal menunggu selesai saja,” sambungnya.

Status Proyek di Daerah

Pihak DPMPTSP NTB membenarkan hingga kini belum ada aktivitas administratif maupun verifikasi lapangan yang melibatkan instansi daerah. Seluruh skema kerja sama dan penetapan lahan berada di bawah kewenangan pengelola kawasan, yakni PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), bersama kementerian terkait.

​”Itu kan masuk kawasan ekonomi khusus mandalika, jadi mereka perijinannya langsung di pusat,” pukasnya.

​Pemprov NTB berharap proses perizinan di tingkat pusat berjalan lancar sehingga kepastian realisasi investasi dapat segera terwujud di lapangan.

Berdirinya akademi tenis internasional ini diharapkan mampu melengkapi fasilitas olahraga yang sudah ada di Mandalika, seperti Sirkuit Internasional Mandalika. (*)

Artikel Terkait