Budikdamber Galakkan Ekonomi Warga Kelurahan Mandalika
Mataram (NTBSatu) – Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, menggebrak perekonomian warga sekaligus membasmi stunting lewat program pemberdayaan masyarakat.
Lurah Mandalika, Lalu Heru Nuryadin, S.H., menyambut hangat langkah strategis pemerintah di wilayahnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menggelontorkan Program Kelurahan Berdaya untuk mendongkrak kemandirian ekonomi, mendongkrak kesejahteraan sosial, serta mengasah kapasitas warga berbasis potensi lokal.
“Ada banyak hal yang kami dibantu oleh Pemprov NTB, salah satunya melalui Program Desa atau Kelurahan Berdaya,” ujar Heru Nuryadin, Selasa, 6 Oktober 2026.
Berkat program itu, Kelurahan Mandalika menyulap wilayahnya menjadi Kelurahan Transformatif dan Kelurahan Berdaya Tematik.
Ia membeberkan, kategori Kelurahan Transformatif mengusung misi pemberdayaan serta pendampingan warga miskin ekstrem.
“Dari 100 orang warga yang akan didamping. Lolos verifikasi sebanyak 52 orang. Mereka nanti akan menerima program pembinaan dengan pendampingan berupa bantuan permodalan,” jelasnya.
Sementara itu, kategori Kelurahan Berdaya Tematik mewujudkan hasil musyawarah warga dengan memilih sub-tema peternakan sapi.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesehatan Keluarga
Warga setempat memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan keluarga melalui pelatihan Budidaya Lele dalam Ember (Budikdamber). Serta Gerakan Kemasyarakatan Makan Ikan (Gemarikan). Mereka membagikan bantuan makanan olahan ikan langsung kepada sasaran posyandu bagi anak-anak berisiko stunting.
“Dalam program kegiatan saat ini, Provinsi memberikan bantuan makanan olahan ikan untuk sasaran posyandu yang berisiko stunting. Ada juga pembinaan budidaya lele dalam ember (Budikdamber). Hal ini strategis, berkaitan erat, dan bernilai ekonomi,” ungkap Heru Nuryadin.
Warga memerlukan ikan karena kandungan protein hewani dan asam lemak omega-3 di dalamnya sangat ampuh menggenjot tumbuh kembang anak, menangkal stunting, serta mempertajam kecerdasan sejak dini.
Dengan cara ini, keluarga memproduksi gizi berkualitas langsung dari pekarangan rumah masing-masing tanpa bergantung penuh pada pasar.
“Jika panen lelenya dapat mereka jual sebagai komoditi nilai ekonomi atau dapat sebagai PMT di Posyandu,” imbuhnya.
Pihaknya berharap program ini menumbuhkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
“Budikdamber memberikan solusi nyata bagi ekonomi rumah tangga, di mana warga mampu mencukupi gizi keluarga sekaligus meraup tambahan rupiah dari hasil panen lele,” jelasnya.(*)




