NTB

7 Letusan Gunung Berapi Paling Mematikan di Dunia, Salah Satunya Ada di NTB

Mataram (NTBSatu) – Gunung berapi aktif di berbagai belahan dunia menyimpan potensi bahaya laten yang sewaktu-waktu dapat memicu bencana dahsyat.

Selain menyemburkan lava cair dan awan panas, erupsi gunung berapi berukuran raksasa kerap memicu gelombang tsunami, aliran lahar dingin, hingga perubahan iklim global akibat paparan abu vulkanik di lapisan atmosfer.

Berdasarkan data dan catatan historis Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS), terdapat tujuh letusan gunung berapi yang tercatat paling mematikan sepanjang sejarah peradaban manusia.

IKLAN

Berbagai erupsi tersebut menelan puluhan ribu korban jiwa akibat dampak langsung letusan maupun efek lanjutan seperti kelaparan massal dan wabah penyakit.

Dari tujuh daftar letusan paling mematikan versi USGS tersebut, tiga di antaranya terjadi di wilayah Indonesia, di mana letusan terbesarnya berlokasi di NTB.

Berikut deretan tujuh gunung berapi dengan letusan paling mematikan di dunia berdasarkan rujukan USGS.

IKLAN

Gunung Tambora (Indonesia)

Letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, NTB, pada April 1815 menempati urutan teratas sebagai erupsi paling mematikan dalam sejarah modern. USGS mencatat, letusan bergaya ultrAPinian ini mencapai skala 7 Volcanic Explosivity Index (VEI) dan merenggut lebih dari 71.000 korban jiwa.

Sekitar 10.000 hingga 12.000 warga tewas seketika akibat lontaran material dan awan panas. Sementara sisanya meninggal dunia akibat kelaparan massal serta penyakit setelah abu vulkanik merusak seluruh lahan pertanian di wilayah Nusantara.

Emisi sulfur berukuran raksasa dari Tambora bahkan menyelimuti stratosfer hingga memicu fenomena tahun tanpa musim panas (Year Without a Summer) di Eropa dan Amerika Utara pada 1816.

Gunung Krakatau (Indonesia)

Gunung Krakatau yang berlokasi di Selat Sunda meletus dahsyat pada 27 Agustus 1883. Rangkaian ledakan konstan menghancurkan dua pertiga tubuh gunung dan memicu gelombang tsunami raksasa setinggi lebih dari 30 meter.

Tsunami menerjang kawasan pesisir Banten dan Lampung, menghancurkan ratusan desa, serta menewaskan sedikitnya 36.417 orang. Ledakan Krakatau tercatat sebagai salah satu suara terkeras di bumi yang terdengar hingga jarak 4.800 kilometer di Pulau Rodrigues, Samudra Hindia.

Gunung Pelee (Martinik)

Gunung Pelee yang terletak di Pulau Martinik, kawasan Karibia, mengalami erupsi dahsyat pada 8 Mei 1902. Peristiwa ini menyemburkan aliran awan panas (pyroclastic flow) bersuhu amat tinggi yang meluncur cepat meratakan Kota Saint-Pierre.

Dalam kurun waktu kurang dari tiga menit, bencana ini menewaskan sekitar 30.000 penduduk kota. Sedangkan yang lainnya hanya menyisakan dua orang yang selamat dari kehancuran total.

Gunung Nevado del Ruiz (Kolombia)

Letusan Gunung Nevado del Ruiz di Kolombia pada 13 November 1985 memicu Tragedi Armero. Panasnya material vulkanik mencairkan lapisan es dan salju di puncak gunung secara mendadak, menghasilkan aliran lahar dingin massif yang meluncur deras di sepanjang lembah sungai.

Lahar dingin menimbun Kota Armero yang berjarak puluhan kilometer dari puncak dan merenggut lebih dari 23.000 korban jiwa.

Gunung Unzen (Jepang)

Gunung Unzen yang terletak di Semenanjung Shimabara, Jepang, mencatatkan sejarah erupsi mematikan pada 1792. Setelah erupsi utama berakhir, sebagian kubah lava gunung ini runtuh dan memicu longsoran material besar yang menghantam laut.

Longsoran tersebut memicu gelombang tsunami raksasa di Teluk Ariake yang menghancurkan area pesisir serta menewaskan sekitar 15.000 orang.

Gunung Vesuvius (Italia)

Gunung Vesuvius di pesisir barat Italia mencatatkan sejarah bencana purba pada tahun 79 Masehi. Erupsi eksplosif menyemburkan kolom abu tebal dan batuan piroklastik setinggi belasan kilometer selama dua hari berturut-turut.

Hujan abu dan awan panas menimbun Kota Pompeii dan Herculaneum, meruntuhkan permukiman, dan menewaskan ribuan warga yang terjebak di dalam bangunan.

Gunung Toba (Indonesia)

Gunung Toba di Sumatera Utara mencatatkan sejarah letusan supervulkanik purba sekitar 74.000 tahun lalu. USGS mencatat erupsi Toba menghempaskan sekitar 2.800 kilometer kubik material vulkanik ke atmosfer.

Bencana raksasa ini memicu penurunan suhu bumi secara drastis hingga beberapa derajat celsius dan menciptakan musim dingin vulkanik bertahun-tahun yang nyaris memusnahkan populasi manusia purba di bumi. (*)

Artikel Terkait