BIZAM Pastikan Penerbangan Menuju NTT Tak Terdampak Erupsi Ile Lewotolok
Mataram (NTBSatu) – Manajemen Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) memastikan aktivitas penerbangan dari Lombok menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), sama sekali tidak terdampak oleh erupsi Gunung Ile Lewotolok.
Otoritas bandara terus memantau pergerakan abu vulkanik di ruang udara guna menjamin seluruh operasional maskapai pada rute tersebut tetap berjalan dengan aman. Hingga saat ini, jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat rute Lombok-NTT masih berjalan sesuai jadwal tanpa ada pembatalan.
Plt Branch Communication & CSR Departement Head Angkasa Pura Bizam, Hidya Putri Ramadhina, membenarkan hal tersebut. “Sejauh ini penerbangan masih normal ya. Enggak ada terdampak sama sekali,” ujarnya kepada NTBSatu pada Rabu, 8 Juli 2026.
Evaluasi Ruang Udara
Hidya menjelaskan, pihak maskapai dan pengelola bandara terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia untuk memperbarui informasi sebaran abu vulkanik.
Berdasarkan hasil pengamatan ruang udara (paper test) dan arah angin, material erupsi Gunung Ile Lewotolok tidak mengarah ke jalur penerbangan yang menghubungkan Lombok dan wilayah NTT.
Oleh karena itu, Hidya mengaku pihak Bandara belum perlu mengambil langkah darurat seperti pengalihan rute ataupun penutupan jalur udara. Aktivitas pelayanan penumpang di terminal keberangkatan domestik Bizam menuju beberapa bandara di NTT terpantau berjalan lancar tanpa ada penumpukan.
Antrean Penumpang Normal
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas check-in mandiri maupun di loket maskapai yang melayani rute ke NTT. Aktivitas ini masih menunjukkan grafik pergerakan yang wajar.
Pihak maskapai penerbangan juga tetap membuka penjualan tiket seperti biasa karena operasional armada tidak mengalami gangguan teknis akibat dampak erupsi.
Meski keadaan ruang udara saat ini masih terkendali, Hidya tetap mengimbau para penumpang untuk memeriksa status penerbangan mereka secara berkala. Pemeriksaan bisa melalui aplikasi atau layanan pelanggan maskapai masing-masing.
Langkah antisipasi ini penting mengingat aktivitas gunung berapi dapat berubah sewaktu-waktu tergantung arah dan kecepatan angin di ketinggian tertentu. (*)




