Sumbawa

Ai Limung Bergerak Selamatkan Pesisir, Lingkara Siapkan Penanaman 1.300 Mangrove

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Warga Dusun Ai Limung, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, mulai memperkuat upaya menjaga kawasan pesisir. Bersama Komunitas Lingkungan Lestari Sumbawa (Lingkara), mereka mengawali rehabilitasi mangrove melalui Aksi Pesisir Lestari pada Selasa, 28 Juli 2026.

Lingkara memanfaatkan peringatan Hari Mangrove Sedunia untuk mengajak masyarakat menjaga ekosistem pesisir. Melalui gerakan itu, komunitas tersebut ingin membangun kepedulian yang berkelanjutan, bukan sekadar menggelar aksi simbolis.

Ketua Lingkara, Devira Bunga Ayudya, S.I.Kom., mengatakan Aksi Pesisir Lestari lahir dari hasil diskusi bersama masyarakat Ai Limung. Pemerintah Kecamatan Moyo Utara kemudian memfasilitasi pertemuan tersebut. Seluruh pihak akhirnya sepakat memulai rehabilitasi kawasan mangrove.

IKLAN

Menurut Devira, kolaborasi itu juga memperkuat Program Impact Green Movement. Program tersebut mendorong lahirnya desa hijau melalui pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan masyarakat.

Setelah mengawali gerakan tersebut, Lingkara langsung menyiapkan penanaman mangrove dalam skala lebih besar. Bersama jajaran Kodim 1607/Sumbawa, komunitas itu meninjau lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan pada Jumat, 31 Juli 2026.

Lingkara menggandeng Kodim 1607/Sumbawa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Panitia menargetkan sekitar 500 peserta. Mereka akan menanam sekitar 1.300 bibit mangrove di kawasan pesisir Ai Limung.

Bagi Devira, tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal utama untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

“Saya sangat senang melihat antusiasme masyarakat, pemerintah desa, dan Pemerintah Kecamatan Moyo Utara,” ujar Devira kepada NTBSatu.

“Mereka memiliki komitmen besar untuk menjaga lingkungan. Mereka menyadari bahwa menjaga mangrove hari ini merupakan investasi bagi keberlanjutan lingkungan dan warisan bagi anak cucu,” lanjutnya.

Tak Berhenti sebagai Seremoni

Meski demikian, Devira mengingatkan bahwa penanaman mangrove hanya menjadi langkah awal. Setelah kegiatan berakhir, masyarakat memegang peran penting untuk merawat setiap bibit yang telah ditanam.

Karena itu, ia berharap kegiatan pada 31 Juli mampu menumbuhkan gerakan yang berkelanjutan.

“Saya berharap kegiatan pada 31 Juli berjalan lancar dan memberikan dampak nyata,” katanya.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti sebagai seremoni. Kami ingin momentum ini menumbuhkan kepedulian masyarakat, pemerintah, dan generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove,” lanjut Devira.

Lebih jauh, Devira menilai kawasan mangrove tidak hanya memberi manfaat bagi lingkungan. Ekosistem tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Kami ingin kawasan ini berkembang menjadi pesisir yang lestari,” ujarnya.

“Mangrove akan melindungi garis pantai dan menjaga keanekaragaman hayati. Pada saat yang sama, masyarakat juga bisa mengembangkan potensi wisata dan ekonomi pesisir secara berkelanjutan,” tutup Devira.

Melalui Aksi Pesisir Lestari, Lingkara bersama masyarakat Ai Limung berharap rehabilitasi mangrove terus berlanjut. Mereka ingin kawasan pesisir tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. (*)

Artikel Terkait