AMMAN Raih Penghargaan Tertinggi di Lestari Awards 2026
Mataram (NTBSatu) – Pendekatan inovatif yang menghubungkan pendidikan lingkungan dengan ekonomi sirkular mengantarkan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), meraih penghargaan tertinggi untuk kategori ‘Waste Management’ dalam ajang Lestari Awards 2026 melalui Program Pengelolaan Sampah Sekolah (PPSS) sebagai katalis ekonomi sirkular.
Lewat program lingkungan ini, siswa SD dan SMP di Kabupaten Sumbawa Barat membangun karakter sebagai penjaga lingkungan dan belajar bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dikelola, dimanfaatkan, dan memberi nilai kembali bagi lingkungan dan komunitas.
Vice President Policy & Permitting dan Social Impact AMMAN, Priyo Pramono menyampaikan, melalui program PPSS, AMMAN ingin menguatkan peran sekolah sebagai pusat transformasi pengetahuan dan perubahan perilaku.
“Dengan program ini, AMMAN turut membangun ekosistem yang mengembangkan generasi muda masa depan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Keberhasilan PPSS tidak hanya terlihat dari jumlah sampah yang dikelola, tetapi dari tumbuhnya kesadaran bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan benar. Ketika pemahaman itu tumbuh di kalangan siswa, guru, dan keluarga, dampaknya meluas dari sekolah ke masyarakat,” imbuhnya.
Program PPSS menggabungkan edukasi, infrastruktur, dan ekonomi sirkular di mana guru mengintegrasikan pengelolaan sampah ke dalam pembelajaran, sementara siswa memperoleh pengalaman praktis mengelola sampah melalui prinsip 3R sehingga sekolah berkembang menjadi pusat pembelajaran lingkungan yang melibatkan keluarga dan masyarakat.
Pada praktiknya, siswa dan guru memilah sampah organik untuk diolah di Rumah Kompos (RUMPOS) menjadi POSTA (Pupuk Organik Sekolah Kita). Kompos tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah, masyarakat, pertanian, hingga kegiatan reklamasi di wilayah operasional AMMAN.
Dampak yang Terukur

Sejak dimulai pada 2022, PPSS telah berkembang dari dua sekolah percontohan menjadi enam sekolah aktif dengan melibatkan ribuan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, serta didukung puluhan relawan karyawan AMMAN.
Selama 2022–2025, program ini berhasil mengelola lebih dari 150 ton sampah organik dan menghasilkan lebih dari 50 ton kompos POSTA, sekaligus menghindari 11 ton emisi pada 2025. PPSS juga mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,09, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp4,09 nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Keberhasilan program ini mulai direplikasi secara mandiri oleh sekolah di luar program tanpa pendanaan AMMAN. Sejumlah sekolah mitra juga berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi dan nasional, memperkuat bahwa PPSS telah membangun praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan.
Bagi AMMAN, penghargaan ini menjadi apresiasi atas kolaborasi siswa, guru, keluarga, pemerintah daerah, mitra pelaksana, karyawan, dan masyarakat dalam membangun perubahan yang dimulai dari lingkungan sekolah. (*)




