HukrimNTB

Kemenag NTB Jamin Beasiswa dan Fasilitasi Perpindahan Sekolah Santri Korban Pembakaran

Mataram (NTBSatu) – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB menjamin beasiswa penuh dan memfasilitasi perpindahan sekolah bagi dua santri korban pembakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Lombok Tengah.

Kanwil Kemenag NTB bergerak cepat mengurus perpindahan data pokok pendidikan (dapodik) kedua korban ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri. Keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram.

Kepala Kemenag NTB, Zamroni Aziz mengatakan, keputusan tersebut sebagai respons atas trauma mendalam korban. Ia mengatakan kedua korban enggan kembali ke sekolah asal.

IKLAN

“Jadi, kami lagi koordinasi dengan dinas terkait dengan pemindahannya karena kan itu harus ada dapodiknya, nomor induk siswanya. Nah, sehingga nanti kalau sudah itu clear (selesai, red), maka kami akan masukkan ke mana saja maunya. Madrasah Tsanawiyah Negeri yang ada,” ujarnya kepada NTBSatu pada Rabu, 8 Juli 2026.

Jaminan Beasiswa

Sebelum insiden pembakaran, kedua santri berstatus sebagai siswa SMP yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan. Karena kedua korban meminta untuk melanjutkan sekolah ke jenjang MTs, Kemenag langsung berkoordinasi lintas instansi untuk memindahkan NIS mereka.

Selain mempermudah proses administrasi kepindahan sekolah, Kemenag juga memberikan jaminan pembiayaan penuh bagi kedua santri tersebut. Zamroni memastikan kedua korban akan menerima beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan di tingkat MTs.

IKLAN

“Kami sudah koordinasi dengan kepala madrasah negeri ke mana maunya, maka kita akan maksimalkan supaya pendidikannya. Supaya kalau sudah sehat, anak ini kita beasiswakanlah sampai selesai tsanawiyahnya dulu,” lanjutnya.

Selain itu, Zamroni juga membuka peluang untuk melanjutkan program beasiswa tersebut hingga jenjang Madrasah Aliyah (MA) setelah melalui proses tersebut.

Pembagian Sektor Penanganan

Dalam penanganan kasus ini, Kemenag NTB memfokuskan diri pada pemenuhan hak pendidikan para korban. Sementara itu, penanganan medis dan pemulihan fisik merupakan wilayah kerja Polda NTB.

Menurut Zamroni, Polda NTB telah turun tangan secara langsung dan membawa para korban untuk mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara. Pembagian penanganan ini bertujuan agar pemulihan santri berjalan optimal di semua lini.

“Terkait dengan kesehatan, Polda sudah turun. Alhamdulillah Polda sudah membawa anak yang bersangkutan untuk dirawat secara khusus di Rumah Sakit Polda. Artinya kita berbagilah, sesuai dengan sektor-sektor kita yang ada,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait