Wabup Lombok Tengah Nilai Tumpang Sari Bawang Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Lombok Tengah (NTBSatu) – Wakil Bupati Lombok Tengah, M Nursiah mengapresiasi inovasi Kelompok Tani Setia Abadi di Dusun Swaa, Desa Jero Puri, Kecamatan Praya Timur, yang menerapkan sistem tumpang sari bawang merah di lahan tembakau.
Menurutnya, pola tanam tersebut meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menambah pendapatan petani. Petani juga tetap dapat mengandalkan tembakau sebagai komoditas utama tanpa mengorbankan hasil panen.
Nursiah meninjau langsung panen bawang merah di lahan kelompok tani tersebut pada Selasa, 28 Juli 2026. Hasil panen menunjukkan produksi bawang merah sangat baik. Sementara itu, tanaman tembakau tetap tumbuh optimal meski berada di lahan yang sama.
“Hasilnya sungguh menggembirakan. Produksi bawang merah sangat baik, sementara tanaman tembakau tetap tumbuh optimal tanpa terganggu,” tulis Nursiah dalam unggahan di media sosialnya yang dikutip NTBSatu.
Ia menjelaskan, sistem tumpang sari memberi peluang bagi petani untuk memperoleh tambahan penghasilan sambil menunggu masa panen tembakau. Pola tanam tersebut juga membuat pemanfaatan lahan menjadi lebih efisien sehingga produktivitas pertanian terus meningkat.
Nursiah menilai inovasi seperti itu perlu terus bertambah. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong berbagai upaya yang mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Lombok Tengah.
“Petani memperoleh tambahan penghasilan dari panen bawang sambil tetap menunggu masa panen tembakau. Inovasi seperti inilah yang perlu terus kita dorong agar sektor pertanian semakin produktif, efisien, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan Kelompok Tani Setia Abadi menjadi contoh bagi petani tembakau lainnya di Lombok Tengah. Menurutnya, petani dapat menyesuaikan pola tanam tersebut dengan kondisi lahan dan kebutuhan masing-masing.
Nursiah meyakini keberanian petani dalam berinovasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas lahan. Langkah tersebut juga membuka peluang untuk menambah pendapatan keluarga petani.
“Petani yang maju adalah petani yang berani berinovasi. Ketika lahan dikelola lebih produktif, kesejahteraan keluarga petani pun akan semakin meningkat,” tutupnya. (*)




