HukrimLombok Timur

Polisi Masih Telusuri Pelaku Dugaan Pelecehan Anak di Lombok Timur

Lombok Timur (NTBSatu) – Polres Lombok Timur masih memburu pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Keruak. Hingga kini, penyidik belum menetapkan tersangka karena masih mengumpulkan alat bukti.

Polisi mengandalkan hasil visum, keterangan korban, serta informasi dari masyarakat untuk mengungkap kasus tersebut.

Kapolres Lombok Timur, Ariakta Gagah Nugraha mengatakan, penyelidikan masih terus berlangsung. Penyidik telah memeriksa sejumlah orang yang diduga mengetahui peristiwa itu berdasarkan informasi yang masuk dari masyarakat.

IKLAN

“Proses penyelidikan masih kami lakukan. Kami terus berusaha mendapatkan pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tersebut,” ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurutnya, penyidik belum bisa menyimpulkan siapa pelaku karena masih mengedepankan asas praduga tak bersalah. Polisi membutuhkan alat bukti yang cukup sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Sejauh ini, penyidik baru mendalami dua orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Polisi belum dapat memastikan berbagai informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah maupun identitas pelaku.

“Kami tidak bisa asal menuduh karena belum ada kepastian. Alat bukti juga masih sangat terbatas,” ujarnya.

Penyelidikan semakin menantang, karena lokasi kejadian tidak memiliki kamera pengawas. Polisi juga belum menemukan saksi dewasa yang melihat langsung peristiwa tersebut.

Saat ini, penyidik hanya mengandalkan hasil visum serta keterangan korban dan seorang teman korban. Keduanya masih berusia anak-anak sehingga penyidik harus mencocokkan setiap keterangan secara teliti.

“Keterangan mereka masih berbeda-beda. Karena itu kami telusuri lagi melalui kepala desa, kepala dusun, dan saksi-saksi lain yang mungkin mengetahui informasi,” katanya.

Ariakta meminta masyarakat tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi mengganggu proses penyelidikan.

Warga Diminta Beri Informasi

Ia mengajak warga yang mengetahui identitas atau keberadaan pelaku agar menyampaikan informasi tersebut langsung kepada kepolisian.

“Kami sangat membutuhkan informasi dari masyarakat. Kalau memang mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan pelaku, sampaikan kepada kami agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Kapolres menegaskan kasus itu menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan anak. Ia memastikan jajarannya akan terus memburu pelaku hingga berhasil mengungkap kasus tersebut.

Selain itu, Ariakta mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah. Menurutnya, anak-anak masih mudah terbujuk oleh iming-iming dari orang yang tidak dikenal, seperti uang maupun jajanan.

“Kami mengajak seluruh orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai mereka mudah mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal sehingga kembali menjadi korban,” katanya.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melapor apabila mengetahui informasi yang dapat membantu penyelidikan. Dukungan warga, menurutnya, akan mempercepat pengungkapan kasus sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di Lombok Timur. (*)

Artikel Terkait