Jualan di Hultah NWDI Pancor, Pedagang Raup Omzet Lima Kali Lipat
Lombok Timur (NTBSatu) – Perayaan Hultah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di Pancor, Lombok Timur, tak hanya menjadi momentum berkumpulnya masyarakat. Keramaian kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha makanan untuk meningkatkan pendapatan.
Anggi memanfaatkan ramainya pengunjung untuk menjajakan beragam menu makanan, seperti ceker dan bakso kuah lava. Ia mengaku, baru pertama kali membuka lapak di Pancor setelah seorang teman mengajaknya mengikuti kegiatan tersebut.
“Pertama karena teman saya mengajak untuk jualan di sini. Katanya, pendapatan kita bisa lebih meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya saat jualan di luar,” ujarnya, Sabtu malam, 12 September 2026.
Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan keperawatan itu mengaku baru pertama kali berjualan di Pancor. Sebelumnya, ia menjalankan usaha makanan di sebuah lapak dekat rumahnya.
Menurut Anggi, jumlah pengunjung yang ramai turut mendongkrak penjualannya. Ia menyebut, pendapatannya di Pancor bisa mencapai lima kali lipat dari hasil jualan sebelumnya.
“Pendapatannya sangat-sangat berkali-kali lipat dari sebelumnya. Kalau dibandingkan, bisa sampai lima kali lipat,” ujarnya.
Sewa Lapak dan Menginap
Untuk mengikuti kegiatan tersebut, Anggi menyewa lapak berukuran 3 x 3 meter dengan biaya Rp250 ribu selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu. Ia mengaku, sempat mengalami kesulitan saat mencari informasi mengenai mekanisme pembayaran dan pengelolaan lokasi berjualan.
“Awalnya memang agak ribet karena kami harus mencari informasi dan mengurus pembayaran. Tapi alhamdulillah, setelah membayar, kami mendapat sertifikat sebagai bukti sewa lahan,” jelasnya.
Anggi bersama rekan-rekannya juga menginap di sekitar lokasi lapak untuk menjaga peralatan dan persediaan dagangan. Saat wawancara berlangsung, ia telah memasuki malam kedua menginap di lokasi tersebut.
Meski harus beristirahat secara bergantian, Anggi tetap membuka lapaknya hingga malam. Bahkan, sejumlah pengunjung yang masih begadang kerap memesan kopi hangat ketika cuaca mulai dingin.
“Kalau malam tetap buka. Kadang ada bapak-bapak yang masih begadang, kemudian mengetuk untuk meminta dibuatkan kopi hangat,” katanya
Anggi mengaku, membutuhkan waktu hampir dua minggu untuk mempersiapkan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut. Ia harus mencari informasi, mengurus pemesanan lapak, hingga mendirikan tenda bersama teman-temannya.
Bagi Anggi, pengalaman berjualan di Hultah NWDI Pancor memberikan pelajaran berharga, terutama bagi pelaku usaha pemula. Ia juga mengajak mahasiswa dan anak muda untuk mulai mempersiapkan modal usaha sejak masih menempuh pendidikan. (*)




