Demo PDAM Lombok Tengah Ricuh, Muncul Tudingan Massa Aksi Minta Uang Rp20 Juta
Lombok Tengah (NTBSatu) – Aksi demonstrasi di Kantor PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah, Senin, 7 September 2026, berujung ricuh. Massa aksi terlibat adu mulut dengan pihak PDAM hingga muncul kata-kata kasar.
Aksi tersebut digelar Aliansi Pemuda Lombok Tengah. Ketegangan terjadi setelah sejumlah massa masuk ke salah satu ruangan direksi untuk memastikan keberadaan Direktur Utama PDAM.
Di tengah kericuhan, muncul tudingan adanya permintaan uang kepada pihak PDAM agar massa tidak menggelar aksi.
Konsultan Hukum PDAM, Apriadi Abdi Negara, menyebut ada permintaan uang sebesar Rp20 juta. Menurutnya, permintaan itu muncul dalam pertemuan di sebuah kafe di Jalan Lingkar.
“20 juta dia minta. Ini untuk agar enggak demo,” kata Apriadi dalam keterangannya.
Ia menyebut, pihaknya sempat membahas nominal tersebut hingga muncul angka Rp3,5 juta. Namun, Direktur Utama PDAM tidak bersedia memberikan uang.
Apriadi menilai, aksi demonstrasi tetap boleh, jika ada persoalan yang ingin mereka sampaikan. Namun, ia menyayangkan jika aksi tersebut disertai permintaan uang.
Aliansi Bantah Minta Uang
Ketua Aliansi Pemuda Lombok Tengah, Lalu Aji Darmawan, membantah tegas tudingan tersebut.
Ia mengakui pernah bertemu dengan pihak terkait di sebuah kafe. Namun, menurutnya, pertemuan tersebut tidak membahas permintaan uang untuk menghentikan aksi.
“Dengan sadar saya menyatakan tidak ada,” tegas Darmawan.
Sebaliknya, Darmawan mengklaim pihak PDAM justru menawarkan uang kepada mereka. Ia menyebut ada uang Rp3,5 juta yang dititipkan melalui pihak tertentu, tetapi ditolak oleh massa aksi.
Darmawan juga menegaskan aksi tersebut memiliki tuntutan terkait pengangkatan Direktur Utama PDAM yang tidak sesuai prosedur.
“Kami tolak pengangkatan yang tidak sesuai prosedural,” ujarnya.
Ia menyebut pihaknya akan meminta salinan surat keputusan pengangkatan tersebut dan menguji legalitasnya melalui jalur hukum.
Sementara itu, kericuhan saat aksi terjadi setelah massa berupaya masuk ke ruangan direksi untuk memastikan keberadaan Direktur Utama PDAM. (*)




