Proyek KNMP KSB Mulai Berjalan, Poto Tano Masuk Tahap Fisik
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat terus mematangkan proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pemerintah daerah menargetkan pembangunan fasilitas fisik ini tuntas dalam waktu empat bulan.
Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.M., mengatakan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sejak awal Agustus 2026. Keputusan tersebut menandai masuknya proyek nasional ini ke tahap pelaksanaan fisik.
Pihak kontraktor telah memulai pengerjaan fisik pada lokasi pertama di Desa Poto Tano. Pekerja lapangan bergerak cepat memanfaatkan waktu pengerjaan yang tergolong sangat singkat.
“SPMK-nya sudah terbit sejak tanggal 3 Agustus lalu,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 25 Agustus 2026.
Kondisi berbeda justru terjadi pada titik lokasi kedua di wilayah Desa Labuhan Lalar. Tim teknis terpaksa menunda pengerjaan fisik akibat adanya kendala teknis pada lahan.
Pihak pelaksana proyek masih merapikan masalah penyesuaian elevasi atau leveling dasar bangunan. Kendala teknis ini memicu penundaan pekerjaan fisik utama pada lokasi tersebut.
Dinas Perikanan KSB telah mengirimkan berkas usulan perubahan teknis menuju Jakarta. Pihak Pejabat Pembuat Komitmen pusat memegang wewenang penuh atas persetujuan usulan tersebut.
“Di Poto Tano sudah mulai pengerjaan, sedangkan Labuhan Lalar masih sosialisasi,” ujarnya.
Tim pelaksana proyek aktif menggelar sosialisasi intensif bersama warga masyarakat Labuhan Lalar. Langkah ini bertujuan memberi pemahaman utuh mengenai rencana penyesuaian dasar bangunan.
Pemerintah daerah berharap pihak PPK Jakarta segera memberikan respons serta persetujuan resmi. Tanpa persetujuan teknis dari pusat, kontraktor tidak dapat memulai kontrak pengerjaan.
“Kalau usulan leveling tidak diakomodir, pekerjaan di sana tidak bisa jalan,” tambahnya.
Pengurus daerah sangat bersyukur atas penetapan Poto Tano sebagai lokasi KNMP Utama. Sinergi program ini akan mempercepat penguatan sektor perikanan di Sumbawa Barat.
“Kolaborasi program ini akan mempercepat akselerasi pengembangan sektor perikanan kami,” pungkasnya. (*)




