Ekonomi BisnisKota Mataram

Revitalisasi Pasar Cakranegara Butuh Puluhan Miliar

Mataram (NTBSatu) – Pasar Cakranegara memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perdagangan utama dan ikonis di Kota Mataram.

Meski demikian, untuk revitalisasi total menjadi kawasan bisnis modern seperti konsep pasar di Bali atau Jogja yang sempat dirancang bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), masih terkendala masalah pendanaan.

“Rencana revitalisasi total secara keseluruhan sebenarnya sudah ada rancangannya hingga tiga lantai, yang perkiraannya menelan anggaran Rp25 hingga Rp40 miliar. Namun, saat ini kendala utamanya adalah belum adanya ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat,” ujar Kepala Pasar Cakra, Sukandi, Selasa, 4 Agustus 2026.

IKLAN

Pedagang Menyusut hingga 50 Persen

Jumlah pedagang aktif di Pasar Cakra, Kota Mataram, mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari kapasitas awal yang mampu menampung hingga 460 pedagang, kini hanya tersisa 230 pedagang yang masih bertahan beraktivitas.

Sukandi mengungkapkan, penurunan jumlah pedagang ini terjadi karena beberapa kendala utama. Terutama masalah kerusakan fisik bangunan dan fasilitas pendukung.

“Alasannya karena fisik pasar ini, banyak yang bocor terutama di bagian atas. Bangunannya sudah hampir lapuk dan rapuh. Akibatnya, banyak pedagang beralih ke pasar lain atau bahkan berhenti berjualan,” ujar Andi.

Selain kondisi atap yang bocor dan lapuk, masalah parkir juga menjadi kendala serius bagi para pembeli. Kebijakan larangan parkir di area depan pasar membuat pengunjung harus memarkirkan kendaraannya agak jauh di sisi samping pasar.

“Memang lokasi parkir kan berada depan Pura Meru ini, tapi para pembeli merasa itu agak jauh terlebih saat membawa barang belanjaan yang cukup banyak,” ungkap Andi.

Perbaikan Atap dan Relokasi Sementara

Untuk mengatasi masalah kebocoran, pihak pengelola akan melakukan perbaikan pada bagian atap pasar. Pekerjaan pengerjaan (tender) ini targetnya akan berlangsung selama 3 bulan atau sekitar 90 hari kerja.

Guna menunjang proses perbaikan tersebut, para pedagang yang terdampak akan direlokasi sementara ke sisi kiri bangunan utama.

Mengenai anggaran, Andi menjelaskan, perbaikan kali ini berfokus khusus pada pembenahan atap, bukan revitalisasi bangunan secara keseluruhan. Anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini bernilai sekitar Rp819 juta.

“Awalnya memang ada usulan sekitar Rp1 miliar, namun dari hasil eksekusi anggaran yang terealisasi untuk perbaikan atap ini sekitar Rp819 juta,” jelasnya.

Revitalisasi untuk Peningkatan PAD

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto menilai, revitalisasi Pasar Cakranegara harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurutnya, pasar tradisional merupakan pusat perputaran ekonomi masyarakat dari berbagai kalangan sehingga kondisinya harus dijaga agar tetap nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

“Pasar adalah pusat ekonomi masyarakat dari semua kalangan. Di sanalah perputaran uang terjadi setiap hari dan menjadi napas ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah harus memastikan pasar dalam kondisi yang nyaman, aman, dan layak bagi pedagang maupun pembeli,” kata Irawan.

Ia menekankan, pasar tradisional juga memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor retribusi.

Karena itu, upaya revitalisasi tidak boleh dipandang hanya sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi juga sebagai langkah menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Selain menjadi pusat ekonomi rakyat, pasar juga memberikan kontribusi terhadap PAD. Artinya, setiap upaya memperbaiki pasar merupakan investasi untuk menjaga roda perekonomian daerah tetap bergerak,” ujarnya.

Irawan mengatakan, berkurangnya hampir 50 persen jumlah pedagang di Pasar Cakranegara harus menjadi alarm bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk segera mengambil langkah yang lebih komprehensif. (*)

Artikel Terkait