Mataram Diteror Aksi Pembacokan, Wali Kota Janji Perketat Pengawasan
Mataram (NTBSatu) – Rentetan aksi pembacokan dan kekerasan jalanan dalam beberapa pekan terakhir mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengambil langkah serius.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana memperketat pengawasan melalui patroli gabungan bersama kepolisian dan TNI pada sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Menurut Mohan, keamanan dan ketertiban merupakan modal penting bagi pembangunan kota. Karena itu, pemerintah tidak ingin berbagai tindak kriminal terus berulang dan menimbulkan keresahan.
“Aktivitas masyarakat pada titik-titik kumpul dan tempat interaksi sosial menjadi perhatian serius kami. Keamanan dan ketertiban adalah satu investasi yang sangat berharga untuk kita semua dalam proses membangun kota,” ujar Mohan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia mengatakan, tindakan pelanggaran hukum yang kemudian menjadi viral di media memberikan citra daerah yang kurang baik di mata orang.
Mohan melanjutkan, berbagai peristiwa yang viral melalui media sosial turut memengaruhi citra Kota Mataram. Karena itu, memperkuat sinergi bersama aparat penegak hukum akan terus berlangsung agar situasi tetap kondusif.
“Sekali lagi, kami akan memperketat pengawasan dan patroli bersinergi dengan kepolisian dan TNI untuk memantau tempat-tempat kegiatan berkumpulnya masyarakat, supaya suasana ketenangan dan ketertiban tetap terjaga,” tegasnya.
Mohan mengakui patroli rutin belum mampu menjangkau seluruh aktivitas masyarakat yang berlangsung selama 24 jam. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan.
“Kota ini hidup 24 jam dan aktivitas masyarakat sangat dinamis serta kompleks. Tentu secara prosedural kami melakukan patroli dan pengawasan. Namun yang tidak kalah penting adalah imbauan untuk kesadaran bersama. Kita harus sama-sama menjaga agar tidak ada lagi peristiwa menonjol yang berdampak buruk pada citra daerah,” pungkasnya.
Rentetan Kasus
Pernyataan tersebut muncul setelah rentetan kasus kekerasan jalanan terjadi di Kota Mataram. Salah satunya pembacokan di Jalan Udayana pada Minggu, 12 Juli 2026, dini hari.
Dua remaja berinisial AP (19) dan AAE (18) mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan sekelompok pemuda bermotor yang terpengaruh minuman keras. Peristiwa serupa kembali terjadi di kawasan Taman Sangkareang pada Minggu, 26 Juli 2026, malam.
Aksi pembacokan pada ruang publik tersebut sempat menggegerkan masyarakat sebelum pelakunya berhasil diringkus Satreskrim Polresta Mataram tidak lama setelah kejadian.
Selain itu, kasus yang paling menyita perhatian publik adalah pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial NDR di kawasan Gomong dalam aksi pencurian dengan aksi kekerasan. Polisi menetapkan HK (18) sebagai tersangka.
Hasil penyelidikan mengungkap HK juga terlibat dalam serangkaian pembacokan di Jalan Majapahit, Jalan Airlangga, dan Jalan Bougenvil.
Motif aksinya ialah persoalan sepele, seperti tidak terima saat kendaraannya disalip, serta dipengaruhi penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Polisi telah menggelar rekonstruksi kasus tersebut pada awal Agustus 2026. (*)




