Memasuki Usia 25 Tahun, Majelis Zikir Hizbul Wathan Pancor Manis Gelar Mubes ke-5 di Mataram
Mataram (NTBSatu) – Majelis Zikir Hizbul Wathan Al Hisnul Mani’ (Pancor Manis) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-5 di Ballroom Lombok Garden Hotel, Kota Mataram, Minggu 6 September 2026.
Momentum usia 25 tahun ini dimanfaatkan majelis untuk mempertegas posisi organisasi di tengah masyarakat dan pemerintah. Sekaligus merespons maraknya kasus penyimpangan ajaran agama belakangan ini.
Acara tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTB, serta jajaran pengurus dan pimpinan majelis dari Lombok Timur, Lombok Tengah, hingga Lombok Barat. Selain untuk konsolidasi kepengurusan masa bakti lima tahun ke depan, Mubes kali ini membawa misi penting dalam membentengi umat dari praktik keagamaan yang menyimpang.
Pimpinan Majelis Zikir Pancor Manis, Almukarrom TGH. Muhamad Jamiludin Syahid Al-Yazidi, menyayangkan tindakan oknum pengasuh pemahaman agama yang menyalahgunakan dalil-dalil. Ia menyoroti modus penyalahgunaan prosesi talqin zikir atau pembersihan rohani (tazkiyatun nafs) yang melanggar norma dan syariat, seperti praktik kontak fisik atau istilah “nikah batin”.
“Pembersihan jiwa dalam ajaran Islam yang benar berlangsung secara spiritual melalui mandi tobat, salat sunah tobat, dan kontinuitas zikir (dawamuz zikri), bukan dengan modus kontak fisik,” tegas TGH. Muhamad Jamiludin. Ia menambahkan, pembelajaran zikir di majelisnya bersumber langsung dari sanad ajaran Pahlawan Nasional asal NTB, Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Dalam kesempatan tersebut, TGH. Muhamad Jamiludin juga menceritakan perjalanan panjang 25 tahun dakwah mereka yang bermula dari Pancor Manis, Lombok Timur. Pada masa awal berdiri, aparat kepolisian dan TNI sempat mengawasi kegiatan zikir yang kerap berlangsung dari usai Magrib hingga larut malam.
“Setelah melalui komunikasi intensif dan penelaahan materi dakwah, pihak kepolisian dan Kementerian Agama memahami bahwa Majelis Zikir Hizbul Wathan murni menjalankan ajaran Islam ‘garis lurus’ yang menyejukkan serta mengedepankan ketenteraman umat,” jelasnya.
Rencana Ekspansi Dakwah hingga Luar Negeri
Memasuki seperempat abad kiprahnya, Majelis Zikir Hizbul Wathan Pancor Manis terus memperluas jangkauan dakwah. Majelis ini merencanakan pembangunan kota santri dan enam pondok pesantren di Tanjung Batu, Berau, Kalimantan Timur. Tujuannya membendung bahaya narkoba di kawasan perbatasan. Selain itu, mereka tengah bersiap membuka cabang internasional di Pahang, Malaysia.
Melalui Muswil ke-5 ini, TGH. Muhamad Jamiludin berharap pengurus terpilih mampu menjadi jembatan informasi yang efektif antara jemaah dengan pemerintah daerah, Kanwil Kementerian Agama, hingga pimpinan daerah. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan generasi dan pejabat publik yang cerdas secara intelektual serta memiliki kedalaman spiritual.
DPRD NTB Apresiasi Peran Majelis Zikir
Dukungan terhadap pelaksanaan Muswil ini datang dari lembaga legislatif. Wakil Ketua I DPRD NTB, H. Lalu Wirajaya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi Majelis Zikir Hizbul Wathan Pancor Manis dalam membina kerohanian masyarakat.
Lalu Wirajaya menilai keberadaan majelis zikir sangat krusial di tengah pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang kerap memicu stres serta agitasi di media sosial.
“Majelis zikir ini menjadi ruang bagi kita untuk kembali memperkuat silaturahmi dan menenangkan hati. Di tengah situasi politik dan maraknya disinformasi di media sosial yang berpotensi memecah belah bangsa, kita sangat bersyukur ada kelompok majelis zikir seperti ini,” ujar Lalu Wirajaya.
Ia berharap kepemimpinan baru yang terpilih dapat membawa organisasi dan umat ke arah yang lebih baik, berintegritas, serta bertanggung jawab. (Japriani)




