Satpol PP Kota Bima Tertibkan PKL di Sembilan Titik Prioritas
Kota Bima (NTBSatu) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bima terus mengintensifkan langkah-langkah penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap beraktivitas di fasilitas umum.
Penertiban ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bima tanpa mematikan sumber mata pencaharian para pedagang.
Benturan Penertiban dan Kebutuhan Ekonomi Pedagang
Kasat Pol PP Kota Bima, Erwin Rahadi mengungkapkan, para pedagang yang kerap berbenturan dengan kebutuhan ekonomi mereka. Saat pihak Satpol PP Kota Bima memberikan imbauan, para pedagang seringkali melontarkan pertanyaan terkait tempat mencari nafkah selanjutnya.
“Selalu kami itu komunikasi ya dengan juru bicara teman-teman PKL ini, kasihan juga. Kalau mereka juga tidak mencari nafkah, terus bagaimana kan,” jelas Erwin, Sabtu, 5 September 2026.
Tetap Tegas Agar Menghindari Bahaya
Meski demikian, pihak Satpol PP tetap tegas melarang pedagang berjualan di badan jalan dan trotoar karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Selain itu, langkah tersebut melanggar hak pejalan kaki yang semestinya menggunakan trotoar dan taman kota. Saat ini, pihaknya berupaya mendorong penataan agar para pedagang tetap bisa mencari nafkah tanpa mengganggu ketertiban umum.
Petakan Sembilan Titik Prioritas Pemantauan PKL
Berdasarkan data Satpol PP, terdapat sekitar sembilan hingga sepuluh titik prioritas pemantauan PKL yang tersebar merata di Kota Bima.
Beberapa titik tersebut meliputi kawasan Amahami, sekitar terminal, Sera Suba, ruas jalan di depan Paruga Na’e ke timur, Kolo, Paruga Na’e, Lapangan Pahlawan, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, hingga kawasan sekitar Puskesmas Mpunda.
Pedagang Mulai Tertib Setelah Pengawasan
Erwin menambahkan, pengawasan di sejumlah titik tersebut kini mulai menunjukkan hasil positif. Para pedagang mulai tertib dengan membawa kembali alat-alat jualan mereka setelah selesai berdagang.
“Kalau mereka itu kalau enggak dibawa kembali, saya angkut, tertibkan,” tegas Erwin.
Melalui pendekatan humanis namun tegas ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat, khususnya para PKL, dapat terus tumbuh demi menciptakan Kota Bima yang bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.




