Lombok Tengah

Fasilitas Danau Biru Rusak, Dispar Lombok Tengah Siapkan Teguran Tertulis ke Pengelola

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Tengah, Lalu Muhammad Hatta menyoroti kerusakan fasilitas di kawasan wisata Danau Biru. Ia mengaku sudah menegur pemerintah desa secara lisan.

Teguran itu muncul setelah video kondisi Danau Biru beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan jembatan berlubang, toilet rusak, dan gazebo yang tidak terawat.

Ia menjelaskan, pemerintah desa sebelumnya bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola Danau Biru.

IKLAN

Namun, kerja sama itu tidak berjalan sesuai harapan. BUMDes kemudian memutuskan mundur dari pengelolaan.

“BUMDes mengundurkan diri karena jumlah pengunjung dan pendapatan dari tiket masuk tidak sesuai harapan,” kata Hatta kepada NTBSatu, Jumat, 18 Juni 2026.

Menurut Hatta, pendapatan yang terbatas membuat pengelola kesulitan melakukan perawatan fasilitas wisata.

IKLAN

Setelah menerima informasi tersebut, Hatta langsung meminta pemerintah desa mencari solusi.

Ia mengatakan, kepala desa sempat menyampaikan rencana perbaikan menggunakan anggaran desa.

“Saya sudah menyampaikan teguran lisan. Kepala desa juga menyampaikan akan mengupayakan perbaikan dari desa,” ujarnya.

Meski begitu, Hatta belum memantau kembali perkembangan perbaikan di lapangan. Dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Pariwisara Lombok Tengah fokus mendukung berbagai agenda daerah. Termasuk MTQ tingkat Provinsi NTB.

Teguran Tertulis Jadi Opsi Berikutnya

Hatta berharap bisa segera turun langsung ke lokasi. Ia ingin melihat kondisi terbaru Danau Biru sekaligus mengecek tindak lanjut dari pemerintah desa.

Jika tidak ada langkah perbaikan, Dispar Loteng akan mempertimbangkan teguran tertulis.

“Kalau memang teguran lisan itu tidak bisa ditindaklanjuti, mungkin nanti secara tertulis,” tegasnya.

Sebelumnya, kondisi Danau Biru menjadi sorotan setelah video kerusakan fasilitas beredar di media sosial. Sejumlah bagian jembatan kayu terlihat berlubang dan membahayakan pengunjung. Toilet umum juga tampak kotor dan tidak berfungsi dengan baik.

Kerusakan itu memicu keluhan masyarakat. Mereka meminta pengelola dan pemerintah segera memperbaiki fasilitas agar destinasi wisata tersebut tetap aman dan nyaman untuk pengunjung. (*)

Artikel Terkait