Sumbawa

Bupati Jarot Sebut Rusa di Pulau Moyo Berkembang Biak, Tanda Konservasi Berjalan Baik

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menyebut, perkembangan populasi rusa di Pulau Moyo menjadi indikator keberhasilan program konservasi dan habituasi satwa liar di kawasan tersebut.

Saat ini populasi rusa di Pulau Moyo bertambah menjadi empat ekor. Sebelumnya, tim konservasi melepas tiga ekor rusa ke habitat alaminya.

“Alhamdulillah sekarang sudah menjadi empat ekor karena telah lahir satu anak rusa pada Februari lalu. Ini menunjukkan rusa mampu beradaptasi dan merasa aman di habitat barunya,” ujar Bupati Jarot kepada NTBSatu, Kamis, 4 Juni 2026.

IKLAN

Menurutnya, kelahiran anak rusa tersebut menjadi bukti lingkungan di Pulau Moyo mampu mendukung siklus hidup satwa secara alami.

Tidak hanya berkembang biak, rusa juga mulai menunjukkan perilaku alami sebagai satwa liar yang hidup bebas di habitatnya.

Ia mengungkapkan, hal itu terlihat saat tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan pemantauan beberapa waktu lalu.

IKLAN

“Ketika tim BKSDA melakukan pemantauan, rusa langsung berlari menjauh. Ini justru pertanda baik karena insting liarnya tetap terjaga,” katanya.

Bupati Jarot menjelaskan, Pemkab Sumbawa memang menginginkan rusa tetap hidup secara alami tanpa bergantung pada manusia.

Karena itu, pemerintah bersama tim teknis terus memantau perkembangan populasi rusa melalui pemasangan kamera jebak atau camera trap di sejumlah titik.

“Dua unit kamera terpasang di kawasan habituasi. Sementara beberapa unit lainnya berada di jalur. Perkiraannya, menjadi lintasan rusa,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui pemantauan tersebut, tim dapat mengamati pergerakan, kondisi kesehatan, hingga perkembangan populasi rusa tanpa mengganggu perilaku alaminya.

“Data hasil pemantauan juga menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat pengelolaan konservasi satwa di Pulau Moyo,” kata Bupati Jarot.

Jaga Keanekaragaman Hayati

Bupati Jarot menegaskan, pengembangan populasi rusa tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian satwa liar. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati daerah sekaligus memperkuat daya tarik Pulau Moyo sebagai destinasi ekowisata.

“Kita ingin Pulau Moyo tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena keberhasilannya menjaga keanekaragaman hayati,” tegasnya.

Menurut Bupati Jarot, konservasi dan pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan agar memberikan manfaat ekologis sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (*)

Artikel Terkait

Back to top button