Sumbawa

Pemkab Sumbawa Targetkan Produksi Jagung Naik hingga 30 Ribu Ton pada 2026

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menargetkan produksi jagung meningkat 25 ribu hingga 30 ribu ton pada 2026. Target tersebut memperkuat posisi Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu sentra jagung nasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati mengatakan, produksi jagung di Kabupaten Sumbawa, terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada 2023, petani menghasilkan 692 ribu ton jagung. Jumlah tersebut meningkat menjadi 715 ribu ton pada 2024 dan kembali naik pada 2025,” ungkapnya kepada NTBSatu, Rabu, 3 Juni 2026.

IKLAN

Ia mengatakan, Kabupaten Sumbawa masih konsisten memposisikan diri sebagai daerah sentra jagung nasional. Menteri Pertanian hingga Presiden RI pernah melakukan panen raya jagung di Sumbawa.

Rusmawati mengungkapkan, luas tanam jagung Kabupaten Sumbawa pada 2026 mencapai sekitar 100.329 hektare. Hingga saat ini, petani telah merealisasikan sekitar 76 persen, dari target luas tanam di Kabupaten Sumbawa.

“Kondisi itu membuat kami (Dinas Pertanian) optimistis produksi jagung tahun ini melampaui capaian tahun sebelumnya,” katanya.

IKLAN

Jagung Sumbawa Tembus Pasar Ekspor

Ia menyebut, jagung menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sumbawa selain padi. Komoditas ini tidak hanya menopang ketahanan pangan nasional, tetapi juga telah menembus pasar ekspor.

“Selain produksinya berlimpah, kualitas jagung dari Sumbawa juga sangat baik sehingga sudah menembus pasar luar negeri,” katanya.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa menunjukkan petani menanam jagung di lahan seluas 84.713 hektare dengan produksi mencapai 626.876 ton. Produktivitas jagung berkisar antara 6 hingga 12 ton per hektare.

Pada musim tanam kedua, petani umumnya kembali menanam jagung. Sebagian petani memilih menanam kacang hijau, kacang tanah, cabai, maupun berbagai jenis sayuran. Sementara petani yang menanam padi pada musim pertama biasanya beralih ke jagung pada musim tanam kedua dan ketiga.

Rusmawati mengungkapkan keterbatasan air masih menjadi kendala utama yang petani hadapi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyediakan embung, pompa irigasi, dan berbagai fasilitas pengairan lainnya agar petani dapat meningkatkan intensitas tanam.

“Fasilitas itu membantu petani menanam jagung lebih dari satu kali dalam setahun,” ujarnya.

Pemerintah juga telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp5.500 per kilogram. Rusmawati meminta petani tetap semangat meningkatkan produksi untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

“Petani memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan. Karena itu kami berharap petani terus meningkatkan produksi,” katanya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button